Waspada Kekeringan! 90 Desa di Lebak Berpotensi Krisis Air Bersih di Tahun 2026
Abdul Rosid June 15, 2026 10:01 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 90 desa yang tersebar di 23 kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dan berisiko mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Temuan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang dilakukan BPBD Lebak dalam beberapa waktu terakhir. 

Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak musim kemarau panjang.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan potensi kekeringan tahun ini menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga sektor pertanian.

Baca juga: GRATIS! Ini Daftar Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 di Serang, Cilegon, dan Lebak

"Pendataan itu berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan," kata Sukanta di Lebak, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, berkurangnya debit sumber mata air menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan sejumlah wilayah rentan mengalami krisis air bersih. 

Selain itu, belum meratanya layanan distribusi air bersih juga membuat beberapa desa masih bergantung pada sumber air alami yang mudah mengering saat musim kemarau.

Akibatnya, ketika curah hujan menurun dalam waktu lama, masyarakat di sejumlah wilayah harus menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Siapkan Antisipasi Kekeringan

Menghadapi potensi kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Lebak telah menyiapkan langkah-langkah darurat untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih yang siap diterjunkan ke wilayah terdampak apabila terjadi krisis air.

Distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan laporan yang disampaikan pemerintah desa kepada BPBD. Setelah menerima laporan, petugas akan melakukan verifikasi dan segera mengirimkan bantuan ke lokasi yang membutuhkan. 

"Kami menyalurkan pasokan air bersih ke desa itu, setelah menerima laporan dari aparat desa setempat. Pasokan air bersih tanpa dipungut dan gratis," kata Sukanta.

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

BPBD Lebak juga mengimbau pemerintah desa dan masyarakat untuk segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan bantuan bisa disalurkan secara tepat sasaran.

Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi kekeringan di lapangan.

"Kami selalu berkoordinasi dalam penanganan dan pencegahan, sehubungan musim kemarau yang menimbulkan kekeringan ekstrem," kata Sukanta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.