Jangan Abaikan! Kantong Teh Celup Bisa Lepaskan Mikroplastik Saat Diseduh, Ini Bahayanya
khairunnisa June 15, 2026 10:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Waspada mikroplastik di kantong teh celup bisa membahayakan kesehatan.

Fenomena kontaminasi ini terjadi karena beberapa produsen teh mulai beralih dari bahan kertas tradisional ke bahan nilon atau jenis plastik lainnya. 

Penggunaan bahan polimer plastik tersebut diklaim dapat melepaskan aroma dan rasa teh dengan lebih baik. 

Berapa banyak mikroplastik yang larut saat diseduh? 

Sebuah tim peneliti dari Departemen Genetika dan Mikrobiologi di Autonomous University of Barcelona, Spanyol, melakukan studi mendalam untuk memeriksa bahaya tersembunyi dari kantong teh celup ini. 

Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Chemosphere, para ilmuwan menguji tiga jenis bahan polimer yang sering digunakan sebagai kantong teh, yaitu nilon-6, polipropilena (polypropylene), dan selulosa. 

Dilansir dari Futura, Sabtu (13/6/2026), data yang ditemukan dari hasil uji laboratorium ini sangat mengejutkan: 

  1. Kantong teh polipropilena: Melepaskan sekitar 1,2 miliar partikel plastik per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel mencapai 136,7 nanometer. 
  2. Kantong teh selulosa: Menyumbang sekitar 135 juta partikel per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel sekitar 244 nanometer. 
  3. Kantong teh nilon-6: Melepaskan sekitar 8,18 juta partikel per mililiter air, dengan ukuran rata-rata partikel sebesar 138,4 nanometer. 

Fakta bahwa polutan ini tersebar dalam jumlah masif di air mendidih mempertegas bahwa plastik kini telah mengontaminasi rantai makanan manusia dari sumber yang paling tidak terduga. 

Partikel plastik menembus sel usus manusia 

Penelitian dari Autonomous University of Barcelona ini melangkah lebih jauh dibandingkan studi-studi terdahulu. 

Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel usus penghasil lendir memegang peran utama dalam menyerap polutan ini. 

Hal ini membuka potensi polutan masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya. 

“Kami berhasil mengarakterisasi polutan-polutan ini secara inovatif dengan serangkaian teknik mutakhir, yang menyediakan alat sangat penting untuk memajukan penelitian tentang potensi efeknya terhadap kesehatan manusia,” jelas Alba Garcia, peneliti di Autonomous University of Barcelona, dalam sebuah pernyataan pers.

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.