TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Waspada mikroplastik di kantong teh celup bisa membahayakan kesehatan.
Fenomena kontaminasi ini terjadi karena beberapa produsen teh mulai beralih dari bahan kertas tradisional ke bahan nilon atau jenis plastik lainnya.
Penggunaan bahan polimer plastik tersebut diklaim dapat melepaskan aroma dan rasa teh dengan lebih baik.
Sebuah tim peneliti dari Departemen Genetika dan Mikrobiologi di Autonomous University of Barcelona, Spanyol, melakukan studi mendalam untuk memeriksa bahaya tersembunyi dari kantong teh celup ini.
Dalam laporan yang diterbitkan di jurnal ilmiah Chemosphere, para ilmuwan menguji tiga jenis bahan polimer yang sering digunakan sebagai kantong teh, yaitu nilon-6, polipropilena (polypropylene), dan selulosa.
Dilansir dari Futura, Sabtu (13/6/2026), data yang ditemukan dari hasil uji laboratorium ini sangat mengejutkan:
Fakta bahwa polutan ini tersebar dalam jumlah masif di air mendidih mempertegas bahwa plastik kini telah mengontaminasi rantai makanan manusia dari sumber yang paling tidak terduga.
Penelitian dari Autonomous University of Barcelona ini melangkah lebih jauh dibandingkan studi-studi terdahulu.
Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel usus penghasil lendir memegang peran utama dalam menyerap polutan ini.
Hal ini membuka potensi polutan masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya.
“Kami berhasil mengarakterisasi polutan-polutan ini secara inovatif dengan serangkaian teknik mutakhir, yang menyediakan alat sangat penting untuk memajukan penelitian tentang potensi efeknya terhadap kesehatan manusia,” jelas Alba Garcia, peneliti di Autonomous University of Barcelona, dalam sebuah pernyataan pers.
Sumber: Kompas.com