Kelompok Hizbullah mengklaim berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak pengintai milik Israel di wilayah Lebanon.
Klaim tersebut disertai rekaman video yang memperlihatkan momen pesawat tanpa awak yang diduga Heron-1 milik Israel dihantam rudal hingga jatuh ke darat.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran itu merilis video operasi penembakan pesawat tak berawak Israel.
Dalam rekaman tersebut, pejuang Hizbullah tampak melacak pergerakan target di udara sebelum meluncurkan rudal.
Tak lama kemudian, objek yang diklaim sebagai drone pengintai Heron-1 milik Israel terlihat jatuh dan menghantam daratan.
Hizbullah kemudian menampilkan puing-puing pesawat yang disebut berhasil mereka kuasai setelah insiden tersebut pada Senin (15/6/2026).
Heron-1 dikenal sebagai salah satu drone intelijen jarak jauh andalan Israel.
Pesawat tanpa awak ini mampu terbang lebih dari 40 jam dan digunakan untuk misi pengintaian serta pengumpulan data medan perang secara real time.
Klaim penembakan drone tersebut muncul di tengah memanasnya pertempuran antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan Lebanon Selatan.
Kedua pihak terus melaporkan serangan drone, peluncuran roket, hingga operasi militer lintas perbatasan yang masih berlangsung.
Hingga kini belum ada konfirmasi independen terkait keaslian video maupun klaim Hizbullah tersebut.