TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berbagai aksi menyampaikan pendapat ke pemerintah belakangan ini sering ditunggangi oleh sikap kurang terpuji oleh oknum.
Namun itu tidak berlaku di Kota Pekanbaru. Sebab, Kota Pekanbaru ada tunjuk ajar Melayu, yang mengedepankan adab dan etika.
Bahkan Ketua Umum MKA LAMR Pekanbaru Datuk Seri Rizky Bagus Oka menyampaikan pesan penyejuk bagi seluruh masyarakat penghuni Kota Bertuah.
"Kita hidup di Tanah Melayu. Setiap tutur kata dan tingkah laku harus bersendikan syarak, dan syarak bersendikan Kitabullah.
Memberi masukan itu ibarat menarik rambut di dalam tepung; rambutnya tidak putus, tepungnya berserak jangan.
Menyentuh biarlah tidak melukai, mengingatkan biarlah tidak mempermalukan," sebut Rizky Bagus Oka kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (14/6/2026).
Disampaikan lagi, pihaknya menegaskan dukungannya terhadap program-program strategis pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Meski di tengah kebebasan berpendapat, Rizky Bagus Oka yang juga Anggota DPRD Pekanbaru ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga kerukunan dan tata krama.
Kritik seperti vitamin bagi jalannya roda demokrasi dan pemerintahan.
Tapi cara penyampaiannya, pantang mencederai nilai-nilai persaudaraan dan marwah negeri.
"Kita di bumi Bertuah ini jangan mau dipecah belah. Jangan mau terpancing oleh narasi fitnah.
Terus rawat kerukunan, terkhusus para pemuda dan remaja di Pekanbaru," pesannya.
“Mari kita kembalikan segala dinamika pada resam dan budaya kita.
Mari kita rawat Kota Pekanbaru ini dengan tutur kata yang santun, saling bahu-membahu membangun kesejahteraan, serta menjauhkan diri dari perpecahan yang merugi,” tambah Rizky Bagus Oka lagi.
Dia bersama masyarakat Kota Pekanbaru, sangat berharap, roda pemerintahan saat ini bisa berjalan dengan lancar.
Program-program pro-rakyat, dapat dieksekusi dengan tepat sasaran, dan kerukunan senantiasa menjadi payung utama di Bumi Bertuah Kota Pekanbaru.
Tentang MKA LAMR Pekanbaru
MKA LAMR Pekanbaru adalah singkatan dari Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru, lembaga tertinggi dan pelaksana adat budaya Melayu di ibu kota Provinsi Riau, bagian dari organisasi induk LAMR tingkat provinsi.
Pengertian dan Struktur
LAMR: Lembaga Adat Melayu Riau --> wadah resmi yang menaungi seluruh urusan adat, budaya, dan nilai-nilai masyarakat Melayu di Riau, berdiri sejak 1970an.
MKA: Majelis Kerapatan Adat --> badan tertinggi di dalam LAMR yang berfungsi memutuskan, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan adat istiadat, hukum adat, dan ketentuan budaya. Di tingkat kota/kabupaten, inilah yang memimpin dan menjalankan peran adat setempat.
Pekanbaru: Wilayah kerja khusus untuk kota Pekanbaru, berkedudukan di Balai Adat LAMR Pekanbaru. Saat ini dipimpin Datuk Seri Rizky Bagus Oka (Ketua Umum).
Tugas dan Fungsi Utama
1. Menjaga dan Melestarikan Budaya: Menjaga adat istiadat, bahasa, sastra, seni, tradisi, dan nilai luhur Melayu dengan prinsip inti: “Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah”.
2. Pengawas dan Penasihat: Memberikan pandangan, masukan, dan mengawal kebijakan pemerintah kota agar pembangunan tidak menghilangkan jati diri budaya Melayu; misalnya menyoroti keseimbangan pembangunan fisik, ekonomi, dan budaya.
3. Penyelesaian Masalah Sosial: Menjadi penengah, menegakkan norma, dan mengecam hal yang bertentangan adat (seperti perjudian, pelanggaran moral, dll) serta mengawal ketertiban sosial.
4. Pemberdayaan Masyarakat: Mendukung UMKM, ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, dan program sosial yang selaras dengan budaya Melayu.
5. Simbol Persatuan: Menjadi wadah pemersatu masyarakat Melayu dan suku lain di Pekanbaru, menjaga keharmonisan dan identitas daerah.
Peran Penting MKA LAMR
1. Bukan lembaga pemerintah, tapi mitra resmi pemerintah daerah yang diakui negara dan masyarakat.
2. Setiap kebijakan besar kota sering dikonsultasikan atau disorot oleh MKA LAMR agar tetap selaras dengan nilai budaya.
3. Menggelar acara adat besar: Tegak Tiang Tonggol Adat, kenduri adat, peringatan hari budaya, dan lain-lain.
Singkatnya: MKA LAMR Pekanbaru adalah penjaga, pelaksana, dan wakil resmi adat budaya Melayu di Pekanbaru, yang memastikan kemajuan kota tetap sejalan dengan jati diri dan warisan leluhur.
( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )