Mahasiswa Tolak Tawaran Makan Malam Bareng Wapres Gibran, Ini Sejumlah Tuntutan Mereka
AbdiTumanggor June 15, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM -Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah mahasiswa dari BEM Universitas Bung Karno serta Universitas MH Thamrin di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, berakhir dengan penolakan simbolis, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa menolak tawaran makan malam bersama Gibran, memilih keluar istana setelah menyampaikan tuntutan mereka.

Kronologi Pertemuan

Sekitar pukul 17.20 WIB, 15 mahasiswa mengenakan jas almamater merah dan biru masuk ke Istana Wapres melalui pemeriksaan metal detector. Pertemuan berlangsung tertutup selama lebih dari satu jam.

Pukul 18.40 WIB, mahasiswa keluar istana didampingi Gibran, sempat berfoto bersama, lalu menyampaikan hasil pertemuan kepada media.

Koordinator aksi, Muhammad Abdimaludin, menegaskan bahwa mereka membawa aspirasi dari kampus dan masyarakat. 

“Kami perwakilan ada 15 orang dan akan menemui bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya sebelum masuk ke istana, dikutip dari siaran langsung Kompas TV.

Mahasiswa menyampaikan keresahan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan ekonomi, serta UU Polri yang baru disahkan.

Beberapa poin kesepakatan yang ditandatangani bersama Gibran antara lain:

- Membekukan sementara MBG dan kebijakan deputi kedaulatan pangan untuk audit transparansi.

- Mengalihkan anggaran ke subsidi UKT dan biaya operasional perguruan tinggi.

- Rekomendasi resmi ke DPR RI untuk legislative review atas UU Polri.

- Intervensi stabilitas rupiah dan pembatalan kenaikan harga BBM Pertamax regional.

“Respon dari bapak Wapres sangat baik, dia catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi dicatat dengan poin-poinnya yang harus bapak wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala yang janggal di negara hari ini, tentunya MBG dan KMP,”tutur Abdi.

Meski ada kesepakatan, mahasiswa memberi ultimatum keras: 5x24 jam. Jika tuntutan tidak dijalankan, mereka berjanji akan kembali turun ke jalan dengan aksi berjilid.

“Kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5x24 jam, ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealiasasi, maka kami akan melakukan aksi berjilid,” tegas Abdi.

Di akhir pertemuan, Wapres Gibran menawarkan makan malam bersama. Namun mahasiswa menolak.

“Kami menolak (makan malam dengan Gibran), kami tidak mau ada persepsi buruk terhadap kami,” ujar Muhammad Abdimaludin alias Abdi, Koordinator BEM UBK.

Selain pertemuan di Istana Wapres, aksi besar juga digelar oleh Aliansi PERISAI di Bundaran HI.

Mereka membawa 20 tuntutan yang dirangkum dalam “11+9 tuntutan”, mencakup isu BBM, PHK, agraria, pendidikan, hingga penolakan militerisasi.

Organisasi yang terlibat antara lain FMN, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, Cipayung Plus Jakbar, dan sejumlah GMNI wilayah lain.

(*/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.