11 Anggota Delegasi Iran Tak Diizinkan Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
GH News June 16, 2026 12:09 AM
Jakarta -

Sebanyak 11 anggota delegasi Timnas Iran dipastikan tidak bisa memasuki Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026 setelah permohonan visa mereka ditolak.

Di sisi lain, empat anggota delegasi lainnya berhasil mendapatkan visa setelah mengajukan banding. Sebelumnya 15 anggota delegasi Iran sempat ditolak masuk ke AS, setelah tiba di Meksiko, 10 orang mengajukan kembali permohonan visa.

Hasilnya, empat orang mendapatkan persetujuan, termasuk seorang analis tim dan dua pejabat dari departemen internasional Federasi Sepakbola Iran (FFIRI). Sementara enam pemohon lainnya kembali ditolak.

Dikutip dari , Senin (15/6/2026) mereka antara lain Presiden FFIRI, Mehdi Taj, seorang wakil presiden federasi, dua administrator tim, seorang petugas media, dan seorang petugas keamanan. Satu petugas media lainnya memilih tidak mengajukan permohonan ulang setelah penolakan pertama.

Kasus itu menambah daftar kendala yang dihadapi Iran menjelang Piala Dunia 2026. Pekan lalu, Pemerintah Iran menuding AS menolak visa sejumlah staf penting tim nasional, meski para pemain telah memperoleh izin masuk untuk mengikuti turnamen.

Di tengah situasi tersebut, Iran sebelumnya memutuskan memindahkan markas tim selama Piala Dunia ke Meksiko. Keputusan itu diambil di tengah ketegangan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Iran akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Selanjutnya mereka kembali bermain di kota yang sama melawan Belgia pada 21 Juni sebelum bertemu Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Masalah Iran tak berhenti pada urusan visa. Awal pekan ini, otoritas AS juga mencabut alokasi tiket fase grup yang sebelumnya disediakan bagi suporter Iran.

Meski demikian, FIFA memastikan masih berupaya membantu para pendukung Iran agar bisa menyaksikan pertandingan secara langsung. "Kami terus berupaya memaksimalkan peluang bagi para pendukung Iran untuk menghadiri pertandingan," kata FIFA.

Sebelumnya, FFIRI mengajukan sejumlah syarat kepada FIFA terkait partisipasi mereka di Piala Dunia. Salah satunya meminta agar pemain, pelatih, dan ofisial yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap dapat mengikuti turnamen.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan para pemain Iran tetap diterima untuk tampil di Piala Dunia. Namun, individu yang memiliki hubungan dengan IRGC berpotensi menghadapi pembatasan masuk ke Amerika Serikat.

Pada April lalu, Iran juga tidak menghadiri Kongres Tahunan FIFA di Vancouver setelah sejumlah pejabatnya ditolak masuk ke Kanada. Otoritas Kanada saat itu menyebut adanya keterkaitan anggota delegasi dengan IRGC sebagai alasan penolakan.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.