Ikut Demo, Mahasiswa Ini Curhat Uang Saku Menyusut hingga Cari Job Tambahan untuk Sambung Hidup
Wahyu Septiana June 16, 2026 12:54 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok membuat sebagian mahasiswa harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Tak sedikit yang kini memilih mencari pekerjaan tambahan di sela-sela aktivitas kuliah demi bisa bertahan di tengah biaya hidup yang terus meningkat.

Kondisi itu dirasakan Hafizh (21), mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), yang mengaku kini harus lebih berhemat sekaligus mencari pekerjaan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliah.

Menurut Hafizh, dampak kenaikan harga sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari BBM hingga kebutuhan pokok rumah tangga.

“Itu sangat berpengaruh. Ketika Pertamax naik, otomatis masyarakat beralih ke Pertalite. Ketika permintaan banyak dan suplai sedikit, pasti ada efek domino ke depannya,” kata Hafizh saat ditemui di sela-sela demo di Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Tak hanya soal BBM, ia menilai kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok juga semakin membebani masyarakat.

“Nah, yang kedua adalah ketika harga bahan pokok naik, semuanya naik. Itu kan agak susah, apalagi di sektor ekonomi, itu sangat berasa,” ujarnya.

Uang Saku Menyusut, Harus Lebih Hemat

Sebagai mahasiswa, Hafizh mengaku kondisi ekonomi saat ini membuatnya harus mengubah cara mengatur keuangan.

Jika sebelumnya pengeluaran masih relatif longgar, kini ia harus menekan berbagai kebutuhan agar uang yang dimiliki cukup hingga akhir bulan.

“Menghemat sih. Jadi menghemat gitu ya. Iya, berkurang,” ucapnya saat ditanya mengenai uang saku sehari-hari.

Menurut Hafizh, kondisi tersebut membuat porsi uang yang bisa disisihkan semakin kecil dibandingkan sebelumnya.

“Iya, betul,” katanya saat ditanya apakah tabungan yang bisa dikumpulkan kini semakin sedikit.

Kuliah Sambil Cari Kerja Tambahan

Di tengah meningkatnya biaya hidup, Hafizh mengaku tidak bisa hanya mengandalkan satu sumber pemasukan.

Ia kini berupaya mencari pekerjaan tambahan dan mengambil berbagai pekerjaan sampingan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dan ada sambilan juga. Misalkan kita nggak bisa mengandalkan satu pekerjaan, di mana kita harus ngambil beberapa job untuk kehidupan kita sendiri,” tuturnya.

Bagi Hafizh, mencari pekerjaan saat ini juga bukan perkara mudah. Ia menilai persaingan kerja semakin ketat, sementara kebutuhan hidup terus meningkat.

“Untuk mencari kerja juga agak susah di era sekarang. Karena untuk lulusan S1, gajinya minim, tapi syarat untuk diterima kerja itu sangat tinggi,” katanya.

Karena itu, ia memilih tetap mencari berbagai peluang pekerjaan sambil menjalani perkuliahan.

Orang Tua Ikut Terdampak

Tekanan ekonomi, kata Hafizh, tidak hanya dirasakan dirinya sebagai mahasiswa, tetapi juga keluarganya di rumah.

Meski masih tinggal bersama orang tua, ia melihat harga kebutuhan sehari-hari semakin mahal dibandingkan sebelumnya.

“Untuk bahan-bahan sendiri sama sih, lebih mahal juga,” ujarnya.

Selain itu, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat banyak pekerja merasa waswas, termasuk ayahnya.

“Banyak yang di kantor-kantor, banyak PHK kan pastinya. Sampai bapak saya sendiri harus bekerja keras biar nggak kena PHK,” kata Hafizh.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang semakin berat itulah yang membuat banyak mahasiswa dan masyarakat menyuarakan keresahan mereka, termasuk melalui aksi demonstrasi yang digelar belakangan ini.

Berita Lainnya

Baca juga: Saat BEM UI Tak Turun Demo, Massa Aksi dari UBK Diterima Gibran di Istana Wapres

Baca juga: Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Koalisi Sipil Soroti Nasib Pekerja dan Tenant

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Uang Saku Mahasiswa Tergerus: Tadinya Bisa Buat Makan, Sekarang Buat Bensin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.