TRIBUNNEWS.COM - Tanjung Verde mengukir sejarah berupa raihan poin perdananya di Piala Dunia setelah menahan imbang Spanyol. Kiper 40 tahun heroik.
Hasil Piala Dunia 2026 Grup H antara Spanyol vs Tanjung Verde berkesudahan dengan skor 1-1 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/6) dini hari WIB.
Skor kacamata ini menjadi kejutan tersendiri bagi Spanyol, yang gagal mencetak gol sekalipun memainkan Lamine Yamal di babak kedua.
Sementara bagi Tanjung Verde, ini menjadi poin pertama mereka pada debutnya di turnamen Piala Dunia. Satu angka yang sangat mahal.
Di sisi lain, Tanjung Verde juga membuktikan bahwa Spanyol tak lantas dengan mudah untuk mencetak gol sekalipun digavoritkan menjadi juara Piala Dunia 2026. Bahkan Tajung Verde sukses membuat Lamine Yamal dkk. Frustrasi.
"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia saat berbicara di Podcast Super Taktik berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia" di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia menambahkan bahwa kehadiran pemain-pemain muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams menjadi kekuatan utama Spanyol saat ini.
"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," katanya.
Sorotan tertuju kepada penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha. Kiper berusia 40 tahun ini tampil sangat heroik sepanjang laga. Statistik mencatat, dia melakukan lebih dari 7 penyelamatan untuk memaastikan gawangnya tetap 'perawan'.
Spanyol langsung mendominasi jalannya pertandingan. Penguasaan bola langsung diterapkan skuad asuhan Luis de la Fuente.
Lain halnya dengan Tanjung Verde. Mereka cenderung lebih menunggu di area pertahanannya dalam merespons permainan atraktif La Furia Roja.
Pelanggaran pertama didapat Spanyol setelah penyerang Barcelona, Ferran Torres dijatuhkan di dekat area corner kick pada menit 3. Sayangnya, peluang itu gagal dikonversikan menjadi peluang emas.
Memasuki menit 5, Spanyol masih kesulitan untuk membongkar rapatnya pertahanan Tanjung Verde, sekalipun menguasai ball possessions.
Baca juga: Jude Bellingham Punya Sesuatu yang Membuat Inggris Berbeda di Piala Dunia 2026
Sepakan on target ke gawang Tanjung Verde dilepaskan Pedri pada menit 6, masih bisa diantisipasi sang penjaga gawang, Vozinha.
Counter attack pertama dilakukan Tanjung Verde ketika pertahanan Spanyol hanya menyisakan 2 pemain. Untungnya Aymeric Laporte sanggup menetralisir lewat memenangkan duel bola udara.
Lepas dari 10 menit awal babak pertama, Spanyol masih kesulitan untuk merangsek dalam kotak penalti. Bukti rapatnya lini belakang Tanjung Verde ialah peragaan permainan crossing dari La Roja, alih-alih pertontonkan umpan satu-dua sentuhan.
Di menit ke-16, Spanyol mendapatkan sepakan on target keduanya melalui sepakan jarak jauh dari Pedri. Percobaan gelandang Barcelona itu dapat dengan mudah diantisipasi kiper Tanjung Verde.
Memasuki menit 20, Spanyol belum menghasilkan peluang emas di kotak terlarang Tanjung Verde. Kreativitas skuad asuhan de la Fuente mentok ketika mendekati area sepakan 12 pass.
Cucurella mendapatkan peluang untuk memecah kebuntuan. Tetapi sepakan volinya dari dalam kotak penalti pada menit 28, masih melambung tipis di atas mistar gawang Tanjung Verde.
Sejauh 35 menit pertandingan berlangsung, ini menjadi plot twist melihat Spanyol kesulitan untuk, jangankan mencetak gol, namun juga menciptakan peluang emas.
Di menit 39, Cucurella memberikan umpan cut back melalui sundulan yang menemukan Ferran Torres. Sepakannya malah menghantam mistar gawang.
Bola rebound jatuh ke Mikel Oyarzabal, yang langsung dikonversikan menjadi sundulan. Tetapi headingnya masih bisa ditepis Vozinha yang terbang dalam melakukan penyelamatan.
Di sisa waktu babak pertama, Spanyol terus menggempur pertahanan Tanjung Verde. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Spanyol semakin intens melancarkan serangan. Namun tak kunjung ada gol yang tercipta.
Hingga pada akhirnya, ketika laga menunjukkan emnit 60, wonderkid Spanyol, Lamine Yamal diminta untuk lakoni pemanas di pinggir lapangan.
Pada menit ke-68, teriakan cemoohan datang dari suporter Spanyol. Mereka tidak puas dengan permainan yang diperlihatkan Rodri dkk.
De La Fuente sebagai pelatih mencoba merespons dengan memasukkan Lamine Yamal-Mikel Merino, menggantikan Fabian Ruiz-Gavi.
Skor 0-0 menutup pertandingan. Hasil yang mengejutkan.
Spanyol
Unai Simon; Llorente, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Pedri, Rodri, Fabian Ruiz, Ferran Torres, Oyarzabal, Gavi.
Tanjung Verde
Vozinha, Moreira, R.Lopes, Borges, Lopes Cabral, Lenini, Duarte, Mendes, Monteiro, Jovane Cabral, Livramento.
(Tribunnews.com/Giri)