Sepak bola kini memasuki era baru, dan bahkan Piala Dunia pun tidak luput dari perubahan tersebut.
Musim lalu di Liga Premier, penekanan terhadap kekuatan fisik semakin menonjol, dengan Arsenal secara khusus memanfaatkan keunggulan mereka dalam situasi bola mati untuk mengakhiri penantian 22 tahun meraih gelar juara.
Skuad juara asuhan Mikel Arteta itu mencatat peningkatan besar dengan mencetak 25 gol non-penalti dari situasi bola mati sepanjang musim lalu di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Pendekatan yang diandalkan oleh The Gunners itu kini diperkirakan akan diterapkan di panggung internasional, terutama karena banyak pemain mereka yang menjadi bagian utama dari skuad Inggris di Piala Dunia.
Beberapa negara lain juga bertekad untuk memanfaatkan keunggulan postur tubuh dalam turnamen musim panas ini di Amerika Utara, berdasarkan data resmi FIFA mengenai tim-tim dengan rata-rata tinggi badan tertinggi.
Seluruh 48 tim peserta Piala Dunia diurutkan berdasarkan rata-rata tinggi skuad mereka, dan lima tim teratas semuanya memiliki rata-rata tinggi di atas enam kaki (sekitar 183 cm).
Republik Ceko menjadi tim dengan jumlah pemain tinggi terbanyak, dengan 10 dari 26 pemain dalam skuad asuhan Miroslav Koubek memiliki tinggi di atas 190 cm.
Namun, rata-rata tinggi keseluruhan skuad mereka hanya mencapai 185,7 cm, sedikit di bawah Belgia—tim kuda hitam abadi di turnamen internasional—yang menempati posisi keempat dengan rata-rata 185,8 cm.
Ambisi Swedia untuk memiliki kekuatan fisik membuat Graham Potter memanggil sejumlah pemain bertubuh menjulang, termasuk Gustaf Nilsson dan Jacob Widell Zetterström yang masing-masing memiliki tinggi 197 cm.
Posisi teratas ditempati oleh dua negara, yakni Norwegia—dengan bintang mereka Erling Haaland yang memiliki tinggi 195 cm—dan Bosnia & Herzegovina, keduanya mencatat rata-rata tinggi 187,2 cm.
Predikat pemain tertinggi di Piala Dunia secara keseluruhan dipegang oleh kiper Austria, Florian Wiegele, yang memiliki tinggi 205 cm—sekitar empat inci lebih tinggi dari Haaland.
Di sisi lain, Arab Saudi tercatat sebagai tim dengan rata-rata tinggi terendah, yakni 178,4 cm, sementara pemain terpendek di turnamen ini adalah Cesar Yanis dari Panama dengan tinggi 160 cm.
Namun, jika ada satu hal yang telah diajarkan oleh Lionel Messi yang memiliki tinggi 170 cm, itu adalah bahwa ukuran tubuh besar tidak selalu menjadi penentu kehebatan.