Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Tim Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh meraih medali emas (gold medal) pada ajang internasional, The 9th China (Shanghai) International Exhibition of Inventions 2026.
Prestasi membanggakan itu diukir oleh tiga mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter FK USK, yakni Zahratul Dwi Safrina, Debby Tri Handayani, dan Nadira Yasvina. Mereka dibimbing seorang dosen USK bernama Dr Suryawati Apt, SSi, MSc.
Acara ini berlangsung di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center (SWEEC), Cina, 11–13 Juni 2026, diikuti 13 negara dengan lebih dari 1.000 penemuan yang berkompetisi untuk mendapatkan penghargaan.
Produk yang dipamerkan dalam ‘event’ ini dikelompokkan ke dalam 22 kategori. Salah satunya kategori ‘personal care product’.
Baca juga: USK Terjunkan Tim Medis ke Huntara Aceh Tamiang, Perkuat Layanan Kesehatan bagi Penyintas Banjir
Tim USK membawakan produk inovasi Ulvera Hydrogel, yaitu sediaan hidrogel dari kombinasi ekstrak selada laut dan lidah buaya untuk perawatan masalah kulit eksim kering.
Produk inovasi ini berkompetisi pada kategori ‘personal care product’ dan berhasil meraih medali emas dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) sebagai pihak penyelenggara.
Kompetisi ini juga menjadi wadah yang dilaksanakan untuk memamerkan penemuan dan inovasi potensial dan menarik dari para penemu/inovator internasional.
Tahun ini merupakan tahun ke-9 kompetisi ini diselenggarakan. Acara ini dilaksanakan untuk menciptakan kolaborasi antara inventor/organisasi Cina dan internasional dalam bidang inovasi produk yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Menurut Zahratul Dwi Safrina selaku ketua tim inovasi dari USK pada pertemuan Shanghai, rangkaian kompetisi ini dimulai dengan proses seleksi abstrak mengenai produk inovasi.
Kemudian, dilanjutkan dengan penentuan finalis yang akan ditetapkan sebagai peserta penyelenggara pameran atau exhibitor.
Selanjutnya, tim finalis peserta pameran yang hadir dari berbagai negara wajib menyiapkan ‘booth’ atau stan ekspo dan juga melakukan presentasi langsung di depan dewan juri untuk dinilai.
Peserta pameran yang berpartisipasi pada kompetisi ini mencakup inventor dari 13 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Tailan, Arab Saudi, Iran, Hong Kong, Cina, Rusia, Polandia, Romania, dan beberapa negara lainnya. Lebih dari 1.000 penemuan ikut berkompetisi pada ‘event’ ini untuk mendapatkan penghargaan.
Pada perlombaan ini banyak tim dari berbagai negara berkumpul dan berkompetisi untuk memamerkan inovasi sesuai dengan kategori dan fokus keilmuan dari masing-masing peserta.
Ajang internasional ini adalah kompetisi penelitian dan pameran produk inovasi tingkat internasional di mana para inventor atau penemu hasil inovasi produk dari seluruh dunia ikut berpartisipasi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr dr Syafrizal Rahman SpOT menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang ditorehkan tiga mahasiswinya pada ajang internasional di Shanghai tersebut.
“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan dan membawa harum nama almamater di tingkat internasional,” katanya di Banda Aceh, Senin (15/6/2026).
“Sebelum ke Shanghai, mereka ada presentasikan produk inovasinya kepada saya. Mantap. Insyaallah (produk ini) akan kita kembangkan,” kata Syafrizal Rahman.
Dengan tercapainya prestasi gemilang ini ia harapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi dari seluruh mahasiswa FK USK untuk selalu berpartisipasi dan berkontribusi mencapai prestasi dalam berbagai kompetisi di tingkat internasional.
“Inovasi dan hasil karya mahasiswa USK diharapkan dapat terus berkembang ke depannya sehingga dapat terus membanggakan dan membuat USK semakin dikenal di kancah internasional,” pungkasnya. (*)