TRIBUNNEWS.COM - Timnas Spanyol harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh debutan Piala Dunia 2026, Tanjung Verde, pada laga perdana Grup H yang berlangsung di Atlanta, Senin (15/6/2026).
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan pada awal turnamen mengingat La Roja datang ke Amerika Serikat dengan status juara Eropa dan salah satu kandidat kuat peraih trofi.
Ketua Juventini Chapter Banten, Arizqi Romadhoni, menilai hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan Spanyol menuju gelar juara dunia tidak akan mudah.
Menurutnya, skuad asuhan Luis de la Fuente memang masih memiliki kualitas untuk melangkah ke fase gugur saat berdiskusi dalam podcast Super Taktik yang digelar di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Sebenarnya kalau melihat Spanyol, pemainnya rata-rata masih muda, mungkin 16 besar bisa, tetapi kalau juara masih berat," kata Arizqi Romadhoni.
Media GOAL Internasional turut menyoroti hasil imbang tersebut sebagai kejutan besar karena Tanjung Verde yang baru menjalani debut di Piala Dunia mampu meredam permainan salah satu tim unggulan.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memilih tetap tenang meski timnya gagal mengawali turnamen dengan kemenangan.
Menurutnya, hasil imbang tersebut tidak membuat Spanyol harus mengubah identitas permainan yang selama ini mereka bangun.
Luis de la Fuente mengatakan timnya hanya perlu lebih tenang dan meningkatkan penyelesaian akhir pada pertandingan berikutnya.
"Ini bisa diselesaikan dengan tetap mempertahankan ide yang sama dan terus meningkatkan kualitas penyelesaian akhir," kata Luis de la Fuente seperti dikutip GOAL Internasional.
Baca juga: Kontroversi Mesir Seharusnya Dapat Penalti Lawan Belgia di Piala Dunia 2026
Pelatih berusia 64 tahun tersebut mengakui para pemainnya mampu menciptakan banyak peluang selama pertandingan.
Namun, ia menilai faktor keberuntungan belum berpihak kepada Spanyol.
"Ketika bola memang tidak ingin masuk, maka bola tidak akan masuk," ujar Luis de la Fuente.
Mantan pelatih timnas Spanyol U-21 itu juga memuji disiplin para pemain Tanjung Verde yang bertahan sangat rapat sepanjang pertandingan.
Menurutnya, lawan bermain dengan blok pertahanan rendah yang membuat ruang bagi para pemain Spanyol sangat terbatas.
Luis de la Fuente menilai anak asuhnya sebenarnya sudah beberapa kali berhasil masuk ke area berbahaya, tetapi kurang tenang dalam memanfaatkan peluang.
Laporan The Analyst mencatat Spanyol mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 74,2 persen.
La Roja juga unggul dalam penguasaan wilayah permainan dan terus menggempur pertahanan lawan sepanjang 90 menit.
Meski demikian, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta.
Pertahanan disiplin Tanjung Verde membuat para pemain Spanyol kesulitan menemukan celah.
Borges menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol setelah membukukan lima tekel sepanjang pertandingan.
Sementara itu, bek tengah Pico Lopes mencatat 11 sapuan dan menjadi pemain dengan jumlah clearance terbanyak dalam laga tersebut.
The Analyst juga mencatat Tanjung Verde hanya melakukan satu pelanggaran sepanjang pertandingan.
Catatan tersebut menjadi jumlah pelanggaran paling sedikit yang dilakukan sebuah tim dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1966.
Tanjung Verde yang menempati peringkat ke-67 FIFA datang ke Piala Dunia 2026 dengan status tim debutan.
Sebaliknya, Spanyol yang berada di peringkat kedua dunia lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan mudah.
Namun, prediksi tersebut gagal terwujud setelah para pemain Tanjung Verde mampu tampil disiplin dan tidak panik menghadapi tekanan.
Ketangguhan pertahanan tim asal Afrika itu membuat frustrasi para pemain Spanyol sepanjang pertandingan.
Hasil imbang tanpa gol tersebut membuat persaingan di Grup H menjadi semakin menarik.
Sementara itu, Luis de la Fuente berharap hasil kurang maksimal pada laga pertama bisa menjadi pelajaran bagi timnya sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
(Tribunnews.com/Niken)