Dulu Wisuda S1 Diantar Becak, Raeni Kini Jadi Asisten Profesor di Kampus Inggris
GH News June 16, 2026 01:08 PM
Jakarta -

Nama Raeni dulu sempat jadi sorotan karena saat momen wisuda ia diantar dengan becak sang ayah. Saat itu, ia baru lulus S1 dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun 2014.

Siapa sangka, kisah dan prestasinya terus berlanjut hingga ke negara Inggris. Ia bahkan telah menyelesaikan S3 dari Birmingham University.

Tak main-main, Universitas Birmingham merupakan kampus top 11 di Inggris dan 76 dunia versi QS WUR 2026.

Lantas, bagaimana kabar terkini dari Raeni setelah menyelesaikan S3?

Jadi Asisten Profesor di Universitas Birmingham

Usai menyelesaikan S3, namanya tercatat di laman resmi kampusnya. Bukan sebagai lulusan biasa, melainkan sebagai asisten profesor.

Mengutip laman resmi Universitas Birmingham, Raeni kini menjabat sebagai Asisten Profesor Departemen Akuntansi, University of Birmingham. Ia kini bertugas dalam penelitian soal pengembangan kerangka akuntabilitas untuk perubahan iklim, dengan penekanan khusus pada keuangan iklim.

Sebelumnya, ia adalah peneliti pascadoktoral di Stockholm Environment Institute di York. Di sana ia memberikan kontribusi signifikan pada proyek UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) di Indonesia.

Pada 2016, Raeni juga diketahui pernah menjadi pengajar atau dosen non-PNS di jurusan Pendidikan Ekonomi, Unnes.

Jejak Pendidikan-Karier Raeni

Setelah lulus S1 dari Unnes, Raeni melanjutkan pendidikan di Universitas Birmingham dengan mengambil gelar Msc dalam Akuntansi dan Keuangan Internasional. Ia lulus dengan predikat istimewa.

Kemudian, ia melanjutkan PhD Akuntansi di kampus yang sama. Selama di Inggris, ia juga pernah menjadi anggota Madya Bidang Pendidikan Tinggi (AFHEA), Akademi Pendidikan Tinggi, Inggris.

Raeni adalah sosok yang gigih dalam dunia akademik. Atas kontribusi ilmiahnya, Raeni telah menerima Penghargaan Rob Gray Emerging Scholar dan Hadiah Peringatan Reg Mathews dari CSEAR UK.

Ia juga aktif berkontribusi sebagai peninjau ad hoc untuk jurnal-jurnal bergengsi dan telah terpilih sebagai peninjau ahli untuk Global Environmental Outlook yang akan datang, sebuah laporan unggulan dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

Latar Belakang Raeni Tak Surutkan Mimpi

Raeni adalah sosok anak muda inspiratif yang kisahnya telah banyak diceritakan oleh media. Bagaimana tidak, putri seorang pengayuh becak ini telah menunjukkan perjuangan yang tidak biasa.

Untuk menempuh S1, Raeni mengandalkan beasiswa Bidikmisi. Bahkan, saat masa awal kuliah, sang ayah harus menggunakan pesangon kerja untuk membeli laptop Raeni.

"Untungnya saya bersyukur sekali mempunyai orang tua yang bagi saya sangat luar biasa. Bapak ketika beliau keluar dari pekerjaannya dan pesangonnya digunakan untuk membelikan laptop saya untuk kuliah sebagai hadiah karena beliau sudah promise (janji) kalau ketika akan nanti kalau saya lulus beasiswa saya boleh dibelikan laptop," ucap Raeni kepada detikEdu.

Setelah lulus S1, Raeni kembali mendapatkan beasiswa langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk S2 di Birmingham University, Inggris.

"S2 ada namanya beasiswa presiden yang mungkin itu seleksinya sangatlah ketat dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan. Yang Maha Kuasa memberikan amanah itu salah satunya kepada saya," tuturnya.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.