Temanggung (ANTARA) - Masyarakat di Dusun Ngabean, Desa Tegowanuh, Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar tradisi tahunan Bersih Punden Sumur Blandung pada peringatan 1 Suro (Tahun Baru Hijriah 1448).
Sesepuh Dusun Ngabean Hidayat (61) di Temanggung, Selasa, menyampaikan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut menjadi wujud syukur sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong menuju lokasi Sumur Blandung dengan membawa ember dan peralatan kebersihan. Mereka bergotong royong membersihkan area punden serta menguras sumur yang selama ini dianggap memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat.
"Sekitar 90 persen warga Dusun Ngabean ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan terus kami lestarikan dari generasi ke generasi," katanya.
Menurut dia, tradisi Bersih Punden Sumur Blandung tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui semangat gotong royong.
"Selain menjaga kebersihan dan kelestarian punden, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi warga. Semua berkumpul, bekerja bersama, dan saling membantu tanpa membedakan usia," katanya.
Setelah kegiatan kerja bakti selesai, warga menggelar acara selamatan atau syukuran di sekitar lokasi punden. Berbagai hidangan tradisional seperti tumpeng, megono, dan ingkung ayam disajikan untuk dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, warga juga mengambil air dari mata air kecil yang berada di area Sumur Blandung. Air yang menetes perlahan dari sumber mata air itu kemudian dimasukkan ke dalam botol oleh warga yang membutuhkannya.
Ia menjelaskan, doa yang dipanjatkan dalam selamatan tersebut ditujukan untuk memohon kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Dusun Ngabean maupun Desa Tegowanuh.
"Harapan kami, masyarakat selalu diberi kesehatan, dijauhkan dari petaka dan penyakit, diberikan keberkahan umur, rezeki yang baik, serta kehidupan yang makmur dan tenteram. Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT," katanya.





