TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Meski harga Pertamax melonjak hingga Rp16.650 per liter, ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sidrap dipastikan tetap aman.
Distribusi dari Terminal BBM Parepare berjalan normal tanpa gangguan.
Tak ada antrean kendaraan seperti SPBU.
Termasuk di SPBU Pertamina Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Stok Pertalite, Pertamax, hingga Solar masih stabil dan tidak mengalami pengurangan kuota dari pusat.
Baca juga: Pemprov Sulsel Kebut Pengerjaan Proyek MYP, Sejumlah Ruas Jalan di Bone, Sidrap & Soppeng Dibenahi
Pengawas SPBU Pertamina Pangkajene, Asri, mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.
Pengiriman dari terminal BBM tetap dilakukan secara rutin sehingga antrean panjang maupun kelangkaan dapat dihindari.
"Alhamdulillah masih aman. Setiap hari juga selalu ada pengantaran. Biasanya 8 ton, kadang sampai 16 ton dikirim dari Parepare," ujar Asri saat ditemui Tribun-Timur.com di SPBU Pertamina Pangkajene, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, pasokan yang datang setiap hari membuat kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi dengan baik.
Aktivitas pengisian BBM di SPBU pun berlangsung seperti biasa, tanpa adanya lonjakan pembelian yang signifikan pasca-kenaikan harga Pertamax.
Meski demikian, kenaikan harga Pertamax tetap menjadi perhatian sebagian konsumen, terutama pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan BBM nonsubsidi.
Berdasarkan penyesuaian harga terbaru yang berlaku di wilayah Sulawesi sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan menjadi Rp16.650 per liter.
Sebelumnya, BBM dengan angka oktan (RON) 92 itu dijual Rp12.600 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan, yakni Pertalite tetap Rp10 ribu per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Di Sulawesi Selatan, daftar harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini meliputi Pertalite Rp10ribu per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, Pertamina Dex Rp25.350 per liter, dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Asri menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan BBM.
Selama ini distribusi dari Terminal BBM Parepare berjalan lancar dan pasokan terus dipantau agar tetap sesuai kebutuhan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Insyaallah stok aman karena pengiriman dari Parepare tetap berjalan setiap hari," tutupnya.
Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Sidrap.
Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, kepastian ketersediaan stok setidaknya memberikan rasa tenang bahwa kebutuhan energi untuk aktivitas sehari-hari tetap dapat terpenuhi tanpa hambatan distribusi (*)
Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin