Sosok Eka Anugrah yang Konflik dengan 7 Dapur MBG: Dulu Sumbang 100 Mobil untuk Anies saat Pilpres
Muhamad Syarif Abdussalam June 16, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Perempuan berhijab asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Eka Anugrah kembali viral dan ramai diperbincangkan di media sosial setelah perseteruannya dengan tujuh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang. 

Eka Anugrah, Ketua Umum Yayasan Nurul Huda Conggeang yang menaungi ketujuh SPPG itu mengaku kehilangan kendali atas akun yang digunakan untuk mengakses dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Eka menilai ketujuh kepala SPPG tersebut telah melakukan dugaan peretasan akun Maker Virtual Account (VA), yang digunakan untuk mengakses dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengurasan dana insentif yayasan.

Ketujuh SPPG yang dimaksud adalah SPPG Sumedang Pamulihan 3, SPPG Sumedang Utara Girimukti, SPPG Sumedang Jatinunggal Tarikolot 2, SPPG Sumedang Utara Kotakaler 5, SPPG Sumedang Ujungjaya Sukamulya, SPPG Bogor Leuwiliang 4, dan SPPG Bogor Pamijahan 4.

Eka menyebutkan, dugaan pengambilalihan akun terjadi pada 13 dan 15 April 2026. Selain itu, Eka menuding terdapat keterlibatan oknum di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam proses pengambilalihan akun tersebut.

Ia mengklaim pihak yang mengambil alih akun maker menggunakan dokumen laporan khusus yang ditujukan kepada sejumlah kepala SPPG sebagai dasar untuk mencabut akses yayasan dan menyerahkannya kepada pihak lain.

"Surat tersebut dijadikan dasar mengambil alih akun maker yayasan dan diberikan kepada pihak lain yang tidak ada kaitan sama sekali dengan Yayasan Nurul Huda Conggeang," kata Eka kepada TribunJabar.id, Jumat (5/6/2026). 

Menurut Eka, hingga saat ini dana yang tersimpan dalam rekening virtual yayasan diduga masih digunakan melalui akun maker yang tidak lagi dikuasai oleh pihak yayasan.

"Sampai saat ini uang yang tersimpan di rekening virtual Yayasan Nurul Huda Sumedang diduga dikuras oleh kepala-kepala SPPG dan pengendali akun maker ilegal tersebut," ujarnya. 

Juru bicara tujuh Kepala SPPG, Iwan Ridwanudin, membantah tudingan Ketua Umum Yayasan Nurul Huda Conggeang, Eka Anugrah, terkait dugaan peretasan akun Maker Virtual Account (VA), pengambilalihan sistem keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengurasan dana yayasan.

Juru bicara tujuh Kepala SPPG, Iwan Ridwanudin, mengatakan tuduhan tersebut merupakan klaim sepihak yang hingga kini belum pernah dibuktikan melalui audit resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

"Proses pergantian Maker VA yang terjadi pada sejumlah SPPG bukan merupakan tindakan peretasan, melainkan proses administrasi resmi yang diajukan oleh Mitra Pemilik Fasilitas kepada BGN dan telah memperoleh konfirmasi dari Deputi Sistem dan Tata Kelola (Sistakol) BGN pada April 2026. Tuduhan bahwa Kepala SPPG mengambil alih akun secara ilegal merupakan informasi yang tidak utuh dan menyesatkan publik," kata Iwan kepada TribunJabar.id, Jumat (5/6/2026

Sosok Eka Anugrah

Nama Eka Anugrah sempat menggemparkan satu Indonesia setelah menyumbangkan 100 mobil untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Seratus mobil itu didistribusikan untuk operasional di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Saat itu, perempuan yang berprofesi sebagai bidan, dan pemilik Apotek Eka Medika ini mengaku sebagai perwakilan santriwati seluruh Jawa Barat dan sangat mendukung Anies Baswedan.

Alasannya, karena Anies merupakan sosok intelektual, cerdas, namun tetap menjungjung tinggi nilai agama.

"Kami sangat ingin beliau jadi Presiden, visi dan misinya relevan. Kenapa menyumbangkan? Kami ingin beliau menang," kata Eka kepada Tribun Jabar.id, Rabu (27/12/2023).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.