TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar memulai cuci gudang menghadapi musim 2026/2027.
Bek sayap kanan Syahrul Lasinari menjadi pemain pertama dilepas secara resmi oleh PSM Makassar.
PSM Makassar dan Syahrul Lasinari menyudahi kerjasama yang terjalin selama dua tahun.
Selama perkuat Juku Eja, Syahrul Lasinari bermain 57 kali di semua ajang kompetisi. Bukukan satu gol dan dua assist.
PSM Makassar mengumumkan perpisahan dengan Syahrul Lasinari melalui Instagram resmi klub @psm_makassar, Selasa (16/6/2026).
PSM Makassar mengunggah foto pemain kelahiran Galela, Halmahera Utara itu memakai jersey home klub disertai keterangan.
Baca juga: Syahrul Lasinari dan Ricky Pratama Hengkang dari PSM Makassar, Gabung Persebaya Surabaya?
PSM Makassar menuliskan terima kasih atas dedikasi diberikan Syahrul Lasinari.
“Terima kasih Syahrul Lasinari! Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras untuk membela Juku Eja selama dua tahun terakhir,” demikian tertulis di unggahan PSM Makassar.
Pihak Laskar Ayam Jantan dari Timur pun mendoakan karier terbaik untuk Syahrul Lasinari di mana pun berada.
“Semoga yang terbaik untuk karier ke depannya, Lasinari!” tambahnya.
Syahrul Lasinar diisukan akan menjadikan Persebaya Surabaya sebagai klub pelabuhan selanjutnya.
Pelatih PSM Makassar 2022-2025 Bernardo Tavares dinilai faktor kuat bek berusia 26 tahun memakai seragam Bajul Ijo.
Apalagi, Bernardo Tavares memang yang merekrut Syahrul Lasinari ke PSM Makassar pada musim 2024/2025.
Bek nomor punggung 13 ini pemain kunci PSM Makassar di sisi kanan pertahanan di musim pertamanya.
Ia tampil kokoh, disiplin dan selalu memenangkan duel.
Namun, performanya menurun di tahun kedua bersama klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini.
Syahrul Lasinari kehilangan posisi utama.
Ia silih bergantian dengan Mufli Hidayat dan Dusan Lagator untuk mematikan serangan lawan dari sisi kiri.
Ia mencatatkan 16 penampilan dengan 26 tekel, 34 intersepsi dan 21 sapuan.
Suporter PSM Makassar Febri mengatakan, pemain datang dan pergi menjadi hal lumrah dalam sepak bola.
Keputusan setiap pemain untuk mencari klub dan tantangan baru harus dihormati.
Begitu pun dengan klub pasti punya pertimbangan dalam melepas pemain.
“Pemain datang dan pergi sudah biasa. Semua keputusan harus dihormati,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Selasa.
Ia pun berterima kasih atas pengabdian Syahrul Lasinari bersama PSM Makassar.
Eks pemain Persikabo 1973 itu telah memberikan segalanya bagi PSM Makassar.
Syahrul Lasinari pun didoakan bisa lebih baik lagi di klub yang akan dituju.
“Terima kasih atas loyalitas dan dedikasinya. Doa terbaik untuk Syahrul Lasinari bersama klub barunya,” ucapnya.
Legenda PSM Makassar Yosef Wijaya mengatakan, sektor kanan pertahanan PSM Makassar menjadi pekerjaan rumah perlu dicarikan solusi.
Pasalnya, musim lalu berkali-kali lawan memanfaatkan sisi tersebut untuk mengeksploitasi PSM Makassar.
“Sektor kanan selalu menjadi kecolongan kita selama ini,” ujarnya pemain yang bawa PSM Makassar juara Perserikatan 1991 /1992 ini.
Olehnya itu, Yosef menyebut, PSM Makassar perlu merekrut pemain berkualitas yang bisa menutup celah di posisi tersebut.
Mengingat bek sayap kanan membutuhkan pemain yang kuat secara fisik karena harus naik-turun membantu penyerangan dan pertahanan.
Tak hanya itu, harus pula punya kemampuan berani duel hingga crossing yang bagus.
“Rekrut pemain yang lebih baik dari Syahrul Lasinari. Posisi sektor kanan butuh pemain yang kuat,” ucapnya. (*)