TRIBUNJAMBI.COM – Eskalasi gerakan mahasiswa di Ibu Kota, Jakarta pada awal pekan ini berujung pada sebuah pemandangan yang tidak biasa di lingkaran ring satu.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memutuskan untuk membuka pintu dialog secara langsung dengan merespons gelombang demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6/2026) sore.
Momen ini dinilai banyak pihak meniru langkah politis yang kerap diambil oleh sang ayah, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengundang elemen pengunjuk rasa masuk ke dalam Istana Kepresidenan guna meredam ketegangan di jalanan.
Keputusan untuk menggelar audiensi tersebut diumumkan secara mendadak di tengah jalannya aksi unjuk rasa di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat.
Sekitar pukul 17.25 WIB, suara dari atas mobil komando mengonfirmasi bahwa perwakilan massa akan ditemui langsung oleh sang Wakil Presiden.
Sebanyak 15 mahasiswa delegasi yang berasal dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka (UT) ditunjuk untuk masuk.
Mereka kemudian berjalan kaki sekitar satu kilometer dari titik kumpul massa menuju Istana Wakil Presiden.
Sebelum diperkenankan bertatap muka dengan Wapres Gibran, ke-15 mahasiswa tersebut wajib melewati prosedur pemeriksaan keamanan berlapis yang sangat ketat dari Paspampres di pintu gerbang utama kompleks istana.
Sementara itu, awak media tidak diperkenankan masuk ke dalam area pertemuan dan hanya diizinkan memantau jalannya situasi dari luar kompleks Istana Wakil Presiden.
Langkah taktis Gibran ini langsung memicu ingatan publik pada gaya kepemimpinan Joko Widodo selama dua periode menjabat.
Baca juga: Tensi Demo di Jambi dan Jakarta Memanas: Polisi Dorong Mahasiswa Hingga Dicecar
Baca juga: PDIP Sebut Jokowi Mau Pakai Jaket Apa Pun Bebas: Sudah Dipecat dari Partai
Berdasarkan catatan dokumen resmi dari Kementerian Sekretariat Negara, Jokowi tercatat berulang kali menerima langsung berbagai aliansi mahasiswa di dalam ruang kerja kepresidenan:
19 Mei 2015
Jokowi menerima jajaran pimpinan BEM nasional di Kantor Presiden.
Salah satu yang hadir kala itu adalah Mantan Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman.
Di hadapan Andi Aulia dan rekan-rekan, Jokowi membeberkan garis besar blueprint pemerintah untuk memperbaiki kondisi makro perekonomian nasional serta agenda besar revolusi mental.
7 Desember 2018
Jokowi memindahkan ruang dialog dengan menerima para peserta Konferensi Mahasiswa Nasional, yang terdiri dari berbagai perwakilan BEM se-Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Tengah.
1 Agustus 2023
Kepala Negara menerima jajaran Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di Istana Merdeka, Jakarta. Kala itu, Hima Persis datang membawa agenda Jambore Nasional ke-7 yang melibatkan santri dan mahasiswa.
Jokowi menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai hal itu dapat memperkuat peran generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.
8 November 2023
Jelang kontestasi politik, Jokowi menerima Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) di Istana Merdeka untuk berdialog mengenai persiapan Pemilu 2024 agar dapat berjalan damai, lancar, dan sukses.
Gaya diplomasi meja makan dan ruang dialog terbuka dari ayah ke anak ini kini kembali dihidupkan oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka sebagai katup pengaman sosial di tengah tingginya tensi protes mahasiswa di jalanan ibu kota akhir-akhir ini.
Setelah hampir satu jam berdialog dengan Wakil Presiden, para mahasiswa keluar dari kompleks Istana Wakil Presiden sekitar petang hari.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Jambi, Pendemo: Tetapi Hari Ini, Akan Saya Lawan!
Baca juga: 3 Yayasan MBG Dilaporkan ke Polda Jambi, BGN Akan Gabungkan Beberapa SPPG Jadi Satu
Ketua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi, menyebut pertemuan tersebut menghasilkan dialog yang konstruktif.
"Alhamdulillah hasil pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuahkan hasil. Kawan-kawan mahasiswa menyampaikan aspirasi, baik keluh kesah dari daerah maupun persoalan nasional secara konstitusional langsung kepada Bapak Wapres," ujar Abdi.
Menurut dia, Gibran merespons berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa dengan baik.
"Respons dari Bapak Wapres sangat baik. Beliau mencatat poin-poin tuntutan kami dengan buku kecilnya untuk menjadi bahan perbaikan dan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang kami anggap janggal di negara hari ini," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian publik, di antaranya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pertemuan itu menjadi salah satu momen langka ketika perwakilan demonstran diterima langsung oleh pimpinan negara di lingkungan istana.
Langkah tersebut sekaligus mengingatkan publik pada tradisi dialog yang sebelumnya beberapa kali dilakukan Presiden Joko Widodo dengan kelompok mahasiswa selama masa pemerintahannya.
Baca juga: Sekda Batang Hari Apresiasi Grebeg Suro ke-8, Perkuat Ketakwaan dan Pelestarian Budaya
Baca juga: Jadwal Bioskop Jamtos 16 Juni 2026, Film Horor Sekawan Limo 2
Baca juga: Blangkon Herman dan Semangat Warga Sridadi Menjaga Tradisi Grebeg Suro
Baca juga: PDIP Sebut Jokowi Mau Pakai Jaket Apa Pun Bebas: Sudah Dipecat dari Partai