Wujud Nyata Toleransi, Romo Fadjar Peluk Erat Kiai Suyuti saat Reuni di Ponpes Banyuwangi
Nathanael MoerRahardian June 16, 2026 02:42 PM

Moderasi beragama tak cukup hanya teori saja, melainkan harus dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh yakni pertemuan antara Kiai Haji Fathulloh Suyuti Toha dan Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno.

Kiai Suyuti adalah pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sementara Romo Fadjar merupakan Pastor Paroki Santo Paulus Kraksaan, Probolinggo.

Pertemuan keduanya berlangsung hangat di Ponpes Mansyaul Huda, Minggu (14/6/2026) malam.

Kehadiran Romo Fadjar di ponpes tersebut untuk mengantarkan AM Putut Prabantoro, alumnus PPSA XXI Lemhannas RI dan pengajar ideologi.

Kunjungan ini merupakan balasan dari pertemuan dua pekan lalu.

Pada 30 Mei 2026, rombongan Kiai Suyuti berkunjung ke kediaman Putut Prabantoro di Yogyakarta.

Siapa sangka, kunjungan mendadak ini ternyata menjadi cikal bakal pertemuan di Banyuwangi itu.

Namun, persahabatan Romo Fadjar dan Kiai Suyuti sudah berlangsung 25 tahunan.

Kedua tokoh itu pertama kali bertemu sekitar tahun 2000-an saat Romo Fadjar berkarya di Paroki Santo Yohanes Penginjil, Bondowoso.

Sehingga, pertemuan Banyuwangi malam itu merupakan ajang reuni bagi keduanya setelah 10 tahun tidak berjumpa.

Para tamu yang hadir langsung terkesima ketika kedua tokoh agama itu bertemu.

Romo Fadjar yang mengenakan jubah putih langsung memeluk dan menggendong Kiai Suyuti yang tubuhnya lebih kecil.

Sang kiai pun terlihat bahagia dengan gendongan tersebut.

Kehangatan semakin terlihat saat Kiai Suyuti menjamu Romo Fadjar dengan makan malam di dekat dapur kecil.

Bagi para santri, kamar pribadi dan ruang makan di dalam rumah merupakan tempat sakral.

Setelah tiga jam, Romo Fadjar pamit pulang dan kembali merangkul Kiai Suyuti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.