TRIBUNJAMBI.COM - Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan alternatif Jambi-Muara Bulian, atau yang lebih dikenal masyarakat luas sebagai Jalan Ness.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Instagram @jambihits_id, sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan bermotor roda enam terjadi tepat di kawasan perkebunan kelapa sawit PTPN, dekat dengan gapura yang menjadi tapal batas wilayah antara Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi pada Minggu, 14 Juni 2026.
Peristiwa ini menambah panjang catatan hitam daftar kecelakaan di jalur yang terkenal rawan dan mematikan tersebut.
Para pengendara yang hendak melintas kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan sangat berhati-hati saat melewati jalur Ness.
Jalan Ness diakui secara luas oleh warga lokal sebagai salah satu jalur lintas paling berbahaya di Provinsi Jambi.
Status utamanya sebenarnya merupakan jalur alternatif.
Namun, karena mampu memotong jarak tempuh menjadi jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan jalan Lintas Utama, volume kendaraan roda dua maupun roda empat yang memilih rute ini untuk bepergian terus meningkat setiap harinya.
Secara administratif, jalur Ness ini menjadi urat nadi penghubung yang mengoneksikan Wilayah Muaro Jambi dan Wilayah Batang Hari.
Pemerintah daerah setempat sebenarnya sudah pernah melakukan upaya mitigasi berupa pelebaran jalan.
Namun, esensinya jalanan ini dirasa masih sempit, terutama ketika ada dua kendaraan roda empat berukuran besar yang saling berpapasan dari arah berlawanan.
Baca juga: Kecelakaan di Depan Honda Wiltop Sipin Kota Jambi, 1 Pemotor Meninggal
Baca juga: Momen Wapres Gibran Terima Pendemo, Mirip Jejak Dialog Mahasiswa Era Jokowi
Kondisi tersebut diperparah oleh karakteristik medan jalanan yang memiliki banyak tikungan tajam, tanjakan maupun turunan curam.
Serta dikelilingi semak belukar lebat di sisi kanan dan kiri jalan yang kerap menghalangi jarak pandang (blind spot).
Dampaknya, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak korban kecelakaan lalu lintas yang berjatuhan di jalur ini, mulai dari yang mengalami cidera ringan, luka berat, hingga korban meninggal dunia.
Melengkapi laporan situasi di lapangan, terdapat dua rekaman video amatir yang beredar di media sosial terkait kondisi riil di sepanjang jalur alternatif Ness:
Evakuasi Truk Merah Terguling
Video pertama berdurasi 16 detik menampilkan lanskap jalan aspal Ness yang dikelilingi oleh pepohonan tinggi dan perkebunan kelapa sawit.
Di tepi jalan, tampak sebuah truk ekspedisi berukuran sedang dengan kelir warna merah cerah berada dalam posisi terguling miring ke sisi kiri.
Bagian bak besi truk tersebut terperosok ke area parit penampungan air dan semak-semak pembatas lahan, sementara roda bagian kanan mencuat ke atas.
Kondisi arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terpantau lancar seiring beberapa pengendara sepeda motor melambatkan laju kendaraan mereka untuk melihat kondisi truk naas tersebut.
Keluhan Pengendara Mobil
Video kedua diambil dari dalam kabin sebuah mobil yang sedang bergerak melintasi jalan raya Ness dengan kecepatan sedang.
Baca juga: 2 Liang Kubur Berdampingan, Travel Kerinci Wisata Express Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai
Baca juga: PDIP Sebut Jokowi Mau Pakai Jaket Apa Pun Bebas: Sudah Dipecat dari Partai
Video ini menyoroti keluhan para pengguna jalan mengenai banyaknya sopir truk boks maupun truk angkutan barang yang sering berkendara secara ugal-ugalan tanpa mengindahkan keselamatan pengguna jalan lain.
Kamera memperlihatkan situasi jalanan yang bergelombang, tikungan yang memotong perbukitan, serta area jembatan atau jalan layang overpass tol yang sedang dalam tahap konstruksi di bagian atas jalur lintas tersebut.
Minimnya marka jalan yang jelas serta penerangan yang memadai membuat jalur ini sangat berisiko tinggi saat malam hari atau kondisi hujan.
Keterangan Unggahan Akun @jambihits_id
"Lagi-Lagi Jalan Ness Memakan Korban, Sebuah Mobil Truck Warna Merah terlihat mengalami lakalantas sehingga terguling di Jalan Ness Tepatnya di Kawasan Perkebunan Sawit PTPN Atau Di Dekat Gapura Perbatasan Kabupaten Muaro Jambi - Kabupaten Batang Hari Pada Minggu 14 Juni 2026."
Baca juga: Kecelakaan di Sarolangun Jambi, Pengendara RX King Tewas Tabrakan dengan Mobil
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jambi-Medan Tanpa Transit Rp1.976.100
Baca juga: 100 Personel Polres Batang Hari Amankan Grebeg Suro di Sridadi
Baca juga: Trump Klaim Damai, Industri Pelayaran Dunia Masih Was-was Lewati Selat Hormuz