Pemkab Bangka Optimistis Target PAD 2026 Tercapai, Andalkan Pajak dan Retribusi
Hendra June 16, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka terus tancap gas memburu target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 yang dipatok mencapai angka signifikan.

Memasuki pertengahan tahun, realisasi PAD Kabupaten Bangka atau Bumi Sepintu Sedulang tercatat hampir menyentuh angka 50 persen.

PAD tersebut ditargetkan melalui empat sektor utama yang menjadi sumber pendapatan daerah tahun ini, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Untuk target PAD tahun 2026, Pemkab Bangka menargetkan pajak daerah sebesar Rp123.662.000.000, retribusi daerah Rp103.469.000.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp6.500.000.000, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp1.592.000.000.

"Realisasi sampai awal Juni ini, pajak daerah sebesar Rp46.891.000.000 atau sudah mencapai 37,92 persen, retribusi daerah Rp47.744.000.000 atau 46,14 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp7.472.000.000 atau 114 persen, dan lain-lain PAD yang sah Rp102.000.000 atau 132,05 persen," kata Plt Kepala BKPAD Bangka, Hariyadi, Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, Hariyadi menegaskan sampai saat ini pencapaian target PAD di Kabupaten Bangka telah mendekati 50 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen hingga akhir tahun 2026 melalui empat sektor tersebut.

"Secara keseluruhan persentase PAD kita mencapai 44,30 persen. Insya Allah mudah-mudahan target 100 persen bisa tercapai, dan ini kan baru bulan Juni. Nanti di akhir tahun semua terealisasi dengan kerja sama kita semua," ungkapnya.

Ia mengakui, sektor pajak daerah menjadi target terbesar dibandingkan tiga sektor lainnya pada tahun 2026 dengan harapan dapat menyumbang pemasukan daerah lebih besar melalui kepatuhan masyarakat membayar pajak.

Tujuannya, ke depan pembangunan daerah dapat terus meningkat. Terlebih, pajak daerah memang menjadi target terbesar dibandingkan tiga sektor lainnya meskipun realisasinya saat ini baru mencapai 37,92 persen.

"Kontribusinya, kalau kita lihat memang dari empat komponen PAD ini yang terbesar adalah pajak daerah sebesar Rp123.662.000.000," bebernya.

Pemkab Bangka juga melakukan berbagai langkah agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai melalui kerja sama semua pihak, khususnya masyarakat.

"Saat ini kami memberikan diskon pembayaran PBB bagi masyarakat yang menunggak. Melalui program inilah kita harapkan dapat menambah PAD, dan tidak menutup kemungkinan sektor lain juga bisa menyumbang lebih besar," ujarnya.

"Maka dari itu, kami mengajak masyarakat di Kabupaten Bangka dan sekitarnya memanfaatkan program pemutihan PBB ini. Kemarin satu bulan dibuka, animo masyarakat cukup tinggi dan program ini akan dibuka sampai November mendatang," kata Hariyadi.

 (Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.