Tak Dimiliki Iran, Ini Kecanggihan Pesawat Bomber B-52 AS yang Jatuh di California, Harga Rp1,5 T
Aura Dewi Arafuru June 16, 2026 05:42 PM

- Pesawat pengebom Amerika Serikat, B-52 Stratofortress jatuh di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California.

Kecelakaan itu terjadi sesaat setelah pesawat lepas landas pada Senin (15/6) pagi waktu setempat.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal membumbung tinggi dari lokasi jatuhnya pesawat.

Beberapa jam kemudian, pihak pangkalan mengonfirmasi delapan orang tewas dalam insiden tersebut.

Di balik insiden tersebut, B-52 Stratofortress dikenal sebagai salah satu pesawat pengebom paling legendaris milik Amerika Serikat.

Pesawat ini pertama kali diperkenalkan oleh Boeing pada 1955 dan hingga kini masih menjadi bagian penting dari kekuatan udara AS.

B-52 dirancang sebagai pesawat pengebom strategis jarak jauh.

Pesawat ini mampu membawa berbagai jenis senjata konvensional maupun senjata nuklir.

Dengan kecepatan maksimum sekitar 1.000 kilometer per jam, B-52 mampu menjangkau lebih dari 14 ribu kilometer tanpa pengisian bahan bakar.

Kemampuan tersebut membuat pesawat ini dapat menjalankan misi jarak jauh di berbagai kawasan dunia.

B-52 juga memiliki sejarah panjang dalam berbagai operasi militer Amerika Serikat.

Pesawat ini pernah digunakan dalam Perang Vietnam, Perang Teluk, Irak, Afghanistan, hingga operasi terbaru di Timur Tengah termasuk Iran.

Meski telah berusia lebih dari 70 tahun, B-52 masih aktif digunakan oleh Angkatan Udara AS.

Pesawat ini bahkan diproyeksikan tetap beroperasi hingga tahun 2050 setelah menjalani berbagai program modernisasi.

Harga satu unit B-52 diperkirakan mencapai 85 juta dolar AS atau sekitar Rp1,5 triliun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.