Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah menemukan sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara optimal.
Kepala DLH Bengkulu Tengah, Faisal Eriza, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sekitar tujuh hingga delapan dapur MBG yang beroperasi di wilayah Bengkulu Tengah.
Dari hasil pemantauan tersebut, seluruh dapur sebenarnya telah memiliki fasilitas IPAL.
Namun, pengelolaannya masih belum sesuai standar sehingga berpotensi menghasilkan limbah yang belum memenuhi baku mutu lingkungan.
"Untuk keseluruhan dapur, IPAL memang sudah tersedia. Tetapi pengelolaan IPAL-nya masih belum tepat. Hasil monitoring dan evaluasi itu juga sudah kami sampaikan kepada Satgas MBG Bengkulu Tengah," kata Faisal saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/6/2026).
Beberapa ruang atau chamber dalam sistem IPAL belum dikelola dengan benar sehingga proses pengolahan limbah tidak berjalan maksimal.
"Masih ada beberapa IPAL, khususnya IPAL domestik, yang pengelolaan chamber-chambernya kurang tepat. Akibatnya limbah yang dibuang, baku mutunya masih di bawah standar yang seharusnya," ujarnya.
Baca juga: Sawah Terbesar di Bengkulu Tengah Terancam, Petani Sri Kuncoro Desak Irigasi dari PLTA Musi