Hasil Pertemuan Wapres Gibran dengan 15 Perwakilan Pendemo di Istana, 5x24 Jam untuk Penuhi Tuntutan
Dedy Qurniawan June 16, 2026 08:26 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Sejumlah mahasiswa yang berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), diundang ke Istana Wakil Presiden yang berada tidak jauh dari lokasi aksi.

Sekitar pukul 17.25 WIB, orator aksi menyampaikan bahwa perwakilan mahasiswa akan diterima langsung oleh Gibran di Istana Wakil Presiden.

Setidaknya ada 15 orang mahasiswa ditunjuk untuk mengikuti pertemuan tersebut guna menyampaikan aspirasi mereka kepada Gibran.

Mahasiswa yang bertemu dengan Wapres itu berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno dan Universitas MH Thamrin.

Para mahasiswa berjumlah kurang lebih 15 orang mengenakan jas almamater merah dan biru masuk melalui pintu utama, Jalan Medan Merdeka Selatan sekitar pukul 17.20 WIB.

Masuk ke Istana Wapres mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan melalui pintu metal detector.

Baca juga: Sosok Budiman Sudjatmiko, Disebut Pengkhianat dan Digeruduk saat Diskusi di UGM, Ini Alasannya

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Sekitar pukul 18.40 WIB, para mahasiswa ke luar istana didampingi Wapres.

Setelah foto bersama, Wapres kembali masuk ke dalam, dan para mahasiswa menyampaikan hasil pertemuan kepada awak media.

Pertemuan ini digelar usai mahasiswa BEM UBK menggelar aksi demonstrasi Jalan Medan Merdeka Selatan, sejak siang ini.

Awalnya Koordinator Lapangan Aksi BEM UBK Muhammad Abdimaludin menghentikan aksi demonstrasi.

Dirinya mengungkapkan bahwa 15 perwakilan BEM UBK dipanggil oleh Gibran untuk berdialog dengan para mahasiswa.

Abdi mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung kepada Gibran.

"Kami perwakilan ada 15 orang dan akan menemui bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka," ujar Abdi.

Kemudian 15 perwakilan mahasiswa BEM UBK berjalan kaki kurang lebih 1 Km dari titik demonstrasi dari depan Gedung BSI ke Istana Wakil Presiden.

Para mahasiswa yang mengenakan almamater merah berjalan kaki dikawal oleh tim pengamanan Wapres dan diikuti awak media.

Poin Kesepakatan

Ternyata ada beberapa poin kesepakatan yang telah ditandatangani oleh mahasiswa dan Gibran terkait demo hari ini.

Koordinator aksi dari Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi menyebut bahwa Gibran menerima dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa.

"Hasil dari pertemuan sama wakil presiden, Gibran Rakabuming Raka membuahkan hasil, kawan-kawan mahasiswa menyampaikan aspirasi baik dari keluh kesah dari daerah, skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan bapak wapres," ungkap Abdi, dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Kompas TV.

Atas semua aspirasi dan keresahan dari mahasiswa, Gibran mencatatnya di bukunya.

Diungkap Abdi, ia dan mahasiswa lainnya menyampaikan beberapa tuntutan demo hari ini terutama soal polemik Makan Bergizi Gratis ( MBG).

"Respon dari bapak Wapres sangat baik, dia catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi dicatat dengan poin-poinnya yang harus bapak wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala yang janggal di negara hari ini, tentunya MBG dan KMP," pungkas Abdi.

Baca juga: Sosok Ferdinand Hutahaean, Sebut Tiyo Ardianto NPD soal Alat Pelacak di Mobil, Keceplosan Bilang Ini

Tak cuma menyampaikan tuntutan, para mahasiswa juga memberikan ultimatum kepada Gibran. Yakni jika lima hari kesepakatannya dengan Gibran tidak terealisasi, maka mahasiswa akan kembali turun ke jalan.

"Kami dari BEM Universitas Bung Karno memberikan waktu 5x24 jam, ketika aspirasi yang kami sampaikan tidak terealiasasi, maka kami akan melakukan aksi berjilid," ujar Abdi.

"Wapres tadi kan udah catat apa yang kami sampaikan, tadi kami didalam rilis memberikan waktu kepada pemerintah 5x24 jam, ketika tuntutan-tuntutan yang kami sampaikan (tidak dijalankan), maka kami akan tetap di jalan," sambungnya.

Ada beberapa kesepakatan yang telah ditandatangani oleh mahasiswa dan Gibran, di antaranya:

Kluster fiskal dan pendidikan

Membekukan sementara MBG dan kebijakan deputi kedaulatan pangan untuk audit transparansi
Mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna subsidi UKT dan operasional biaya perguruan tinggi
Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap UU Polri yang baru disahkan
Kluster krisis moneter dan energi

Mendesak otoritas pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah 
Membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional karena menghancurkan daya beli domestik masyarakat
Usai mendengarkan aspirasi dari para mahasiswa, Gibran mengungkap responnya.

Gibran berjanji akan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa itu langsung ke Presiden Prabowo.

"Dia (Wapres) akan mengaudit dan konsolidasi dan diberikan kepada pimpinan khusus presiden Prabowo Subianto," kata Abdi.

Terakhir, Abdi pun mengungkap penolakan yang ia dan rekan mahasiswa lain lakukan terhadap Gibran yakni tawaran untuk makan malam bersama.

"Kami menolak (makan malam dengan Gibran), kami tidak mau ada persepsi buruk terhadap kami," tegas Abdi.

Penjelasan Gibran Rakabuming Raka

Saat menemui 15 orang perwakilan mahasiswa, Gibran mengakui pemerintah masih banyak kekurangan. Ia pun mengajak semua pihak turut serta untuk memperbaikinya.

“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” kata Gibran dalam keterangan tertulis.

Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog serta menyerap aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan mahasiswa.

Gibran juga menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujar Gibran.

Dia mengatakan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan selama disampaikan secara tertib dan konstruktif.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah. “Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Wapres RI Nicolaus Teguh Budi Harjanto mengatakan memorandum yang disampaikan mahasiswa akan dipelajari terlebih dahulu.

"Akan kita pelajari kan tadi masih kertas-kertas lipat-lipat," kata Nicolaus.

Ia menegaskan tidak ada kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan tersebut.

"Tidak ada (kesepakatan). Makanya ini perlu kita sampaikan," katanya.

Menurut Nicolaus, Wapres hanya mendengarkan aspirasi mahasiswa, termasuk terkait pelaksanaan program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Teman-teman mahasiswa dari NTT banyak yang belum mendapatkan, mungkin ada evaluasi lah, mungkin perlu fokusnya ke sana," tutur Nicolaus.

(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.