SRIPOKU.COM - Kabar duka datang dari istri almarhum Epy Kusnandar, Karina Ranau.
Ia diduga menjadi korban kekerasan oleh seorang pria yang tidak dikenal (OTK) di warung miliknya di Jalan Haji Samali, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Atas kejadian tersebut, Karina sudah melaporkan ke Polsek Pancoran terkait dugaan penganiayaan.
Di unggahan terbarunya, Karina menyampaikan terima kasihnya karena kasusnya sudah ditangani pihak berwajib.
Ia pun berharap segera mendapatkan keadilan dan pelaku mendapatkan efek jera.
"Terima kasih, Pak, sudah bergerak cepat. Seadil-adilnya ya, Pak, agar berkurang manusia-manusia yang seperti itu," tulis Karina, mengutip Tribunnews.com, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Getir Hidup Karina Ranau sampai Datangi Psikiater pasca Epy Kusnandar Wafat Kayak Mimpi
Karina sebelumnya membagikan kabar tidak mengenakan ini juga melalui Instagram.
Pada unggahannya kala itu, Karina membagikan video rekaman CCTV yang memperlihatkan tindak kekerasan dari seorang pria.
Saat ditemui, Karina Ranau mengungkap kronologi kejadian tersebut.
Kejadian ini bermula saat Karina Ranau tengah bersiap-siap membuka warungnya.
Kemudian ada seorang pria yang ingin memesan, tetapi warung belum sepenuhnya siap.
"Si bapak ini masuk langsung bilang, 'Mau pesan dong ini makanannya ini'. Saya sudah sampaikan dengan baik, 'Pak, kami nanti bukanya jam 12.00 ya, bapak tunggu dulu di tenda yang sudah kami sediakan'," ungkap Karina Ranau, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Selasa (16/6/2026).
Dikatakan Karina, orang tersebut memaksa untuk tetap dilayani.
Bahkan pelaku disebutnya tetap menunggu di depan warung, bukan di tenda sebelah yang sudah disiapkan.
Karina kemudian sempat menegur orang tersebut untuk memindahkan motornya karena dinilai menghalangi jalan.
Baca juga: Tangis Karina Ranau Sampaikan Pesan Terakhir Epy Kusnandar di Pemakaman
Namun, Karina justru mendapat respons yang tidak menyenangkan dari pelaku.
"Pak, tolong dipindahkan dulu motornya. 'Nanti dulu, kenapa sih?' Dia langsung tidak terima dengan teguran saya," jelasnya.
Tidak berhenti di situ, Karina juga mendapat ucapan yang kurang pantas dari pelaku.
Kontak fisik pun tak terhindarkan, Karina didorong oleh pelaku hingga terpental ke pinggir jalan.
"Tiba-tiba dia langsung naik emosi dengan kata-kata yang kurang pantas, dengan ucapan yang kurang pantas keluar dari mulutnya sambil menghampiri saya. Terus saya berpikir dia akan memukul. Ternyata dia mendorong saya."
"Dorongannya itu kencang sekali. Kalau sedikit lagi saya ke jalan raya, ada mobil, apa yang terjadi? Kita tidak tahu," beber Karina.