SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya mengikuti keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menetapkan awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu (17/6/2026).
PCNU Surabaya menindaklanjuti keputusan keputusan PBNU, meski terdapat perbedaan tentang penetapan awal tahun Hijriah dengan pemerintah.
Pemerintah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa (16/6/2026), sedangkan PBNU menetapkannya sehari setelahnya berdasarkan hasil rukyatul hilal.
Baca juga: Gus Salam Dorong Akselerasi SK Kepengurusan PWNU Hingga PCNU jelang Muktamar Awal Agustus
Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan awal Muharram setelah rukyatul hilal yang dilaksanakan pada Senin (15/6/2026) di berbagai titik di Indonesia tidak berhasil melihat hilal.
Karena itu, bulan Dzulhijjah digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Masduki Toha mengatakan keputusan tersebut telah segera disosialisasikan kepada seluruh struktur NU di Kota Pahlawan, mulai tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC), ranting, hingga anak ranting.
"Yang jelas keputusan ini sudah kita sebarkan kepada MWC, kepada ranting, kepada anak ranting. Dan insya Allah akan diikuti oleh warga NU karena ini internalnya NU," ujar Masduki, Selasa (16/6/2026).
Menurut dia, informasi mengenai hasil rukyatul hilal telah disampaikan sejak Senin malam agar menjadi pedoman warga Nahdliyin di Surabaya.
"Mulai tadi malam sudah kita sebarkan bahwa hasil rukyatul hilal melihat hilal ini di Indonesia tidak ada satupun yang kelihatan. Maka ini digenapkan menjadi 30. Hari ini adalah hari terakhir bulan Dzulhijjah dan besok adalah 1 Muharram," jelasnya.
Masduki menuturkan perbedaan penetapan awal Muharram antara PBNU dan pemerintah merupakan bagian dari dinamika metode penentuan kalender Hijriah yang telah lama dikenal masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap warga tetap saling menghormati dan menjaga persatuan.
Baca juga: Gus Yahya Bertemu Pengurus PCNU Se-Jatim di Bangkalan : Forum yang Sangat Berharga
Di Surabaya, peringatan tahun baru Islam dilakukan secara beragam oleh pengurus NU di tingkat bawah.
Sejumlah MWC dan ranting menggelar kegiatan masing-masing, mulai doa bersama, pengajian hingga istighosah menyambut pergantian tahun Hijriah.
Sementara di tingkat PCNU Surabaya, agenda utama difokuskan pada kegiatan turun ke bawah (turba) yang bertepatan dengan malam pergantian tahun baru Islam.
"Kami silaturahim sekalian tahun baruan, sekalian turba dari PCNU ke MWC dan ranting se-Kecamatan Dukuh Pakis," katanya.
Suasana kegiatan akan dirangkai dengan rangkaian doa bersama dan silaturahim antarpengurus.
Selain menjadi momentum menyambut 1 Muharram, agenda tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus cabang dengan MWC dan ranting di wilayah Surabaya barat.
"Ya, doa bersama, kemudian ada pemaparan karena namanya turba, namanya silaturahim," imbuhnya.
Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, PCNU Surabaya menaruh harapan agar kehidupan masyarakat semakin baik, baik dari sisi spiritual maupun kesejahteraan.
"Harapan kita semoga tahun 1448 Hijriah ini lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu. Kita menjadi hamba-hamba yang beruntung, artinya tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin," ujar Masduki.
Ia berharap perbaikan itu dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai kesehatan, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat. Tak hanya itu, PCNU Surabaya juga mendoakan agar Indonesia semakin maju dan bermartabat.
"Baik secara kesehatan, secara material ataupun secara ekonomi. Kepada bangsa ini kita berdoa semoga bangsa kita semakin baik, semakin berdaulat, semakin bermartabat. Insya Allah tahun 1448 Hijriah ini akan lebih baik untuk kepentingan kita dalam rangka mensejahterakan umat dan rakyat Indonesia," katanya.