Harga Naik, Pedagang dan Pembeli Perlengkapan Sekolah Sama-sama Pusing
Wahyu Septiana June 16, 2026 09:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pedagang dan pembeli di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur dibuat pusing atas kenaikan harga perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.

Para pedagang mengeluhkan penurunan omzet hingga 60 Persen penjualan akibat sepinya pembeli, sementara pembeli terbebani karena kenaikan harga terjadi bersamaan dengan komoditas lain.

Pedagang perlengkapan sekolah, Arel Rakhmanda mengatakan akibat kenaikan harga buku, pulpen, hingga tempat pensil yang berkisar 10-20 persen dia juga mendapat protes dari para pembeli.

"Pembeli pada protes, mengeluh. Kalau secara penjualan menurun, karena harga barang naik. Enggak kayak tahun lalu, tahun lalu kan harga masih standar," kata Arel, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya faktor yang menyebabkan kenaikan harga pulpen hingga tempat pensil menjelang tahun ajaran baru 2026/2027 yakni naiknya harga bahan baku plastik.

Kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan pembeli, para pedagang turut merasakan hal serupa karena mereka harus merogoh modal lebih besar untuk membeli barang dagangan.

Arel mencontohkan sebelum harga plastik naik modal yang dikeluarkan untuk membeli sebuah pulpen Rp3 ribu, namun setelah kenaikan dia harus merogoh Rp5 ribu untuk modal belanja.

"Kalau buku yang Sidu saja yang isi 58 lembar itu dulunya Rp38 ribu, sekarang Rp41 ribu. Kurang tahu kalau naiknya kenapa. Tapi yang jelas kalau plastik pada naik semua," ujar Arel.

Lapak pedagang perlengkapan sekolah meliputi buku hingga alat tulis di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).
Lapak pedagang perlengkapan sekolah meliputi buku hingga alat tulis di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Bagi pembeli, kenaikan perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026/2027 memberatkan karena mereka harus merogoh kantong lebih dalam di saat tekanan ekonomi terjadi.

Pasalnya kenaikan terjadi bersamaan komoditas lainnya, sehingga mereka kesulitan untuk membagi porsi pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan perlengkapan sekolah.

"Harga untuk kalangan menengah ke bawah naik lumayan. Ini sengaja datang ke Pasar Jatinegara karena harganya lebih miring. Tapi tetap ada kenaikan," tutur pembeli Santi.

Berita Lainnya

Baca juga: Terungkap Cara Dalang dan Eksekutor Percobaan Penculikan Lansia Bisa Masuk ke Perumahan Elit PIK

Baca juga: Penjualan Lesu, Pedagang Perlengkapan Sekolah Harap Masa Liburan Tingkatkan Omzet

Baca juga: Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Investasi Bermasalah PT KSI, 784 Investor Tuntut Dana Rp 182 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.