Tegaskan Rencana Sodetan di HSU Untuk Mengurangi Banjir, Kadis PUPR Minta Warga Tidak Khawatir
Hari Widodo June 16, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Rencana pembangunan sodetan dan normalisasi sungai yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan terus dilakukan. 

Belum lama ini Bupati HSU Sahrujani bersama dengan Kepala Dinas PUPR HSU Amos Silitonga menemui Bupati Tabalong H M Noor Rifani membahas mengenai pelaksanaan sodetan dan normalisasi sungai.

Pembangunan sodetan ini juga akan menjadi solusi dalam penanganan banjir dan membuka lahan baru di sekitar sodetan nantinya. 

Anggaran yang disiapkan oleh Pemkab HSU untuk pembangunan sodetan Rp 10 miliar yang saat ini masih dalam proses lelang. 

Baca juga: Menangkan Jalan Cepat Internasional di Filipina, Halida Turut Harumkan Nama HSU

“Pembuatan sodetan ini menguntungkan dua Kabupaten, menyamakan persepsi terhadap pembangunan sangatlah penting,” ujar Sahrujani. 

Pembangunan sodetan rencananya akan dilaksanakan dengan panjang 20 kilometer, dengan kedalaman 2,5 meter dan lebar 20 meter. 

Dimulai dari Desa Hapalah perbatasan dengan Kabupaten Tabalong menuju ke arah hilir ke Sambujur Desa Tampakang Kecamatan Paminggir.

Sodetan ini melintasi tiga desa yaitu Hapalah, Tuhuran dan Kayakah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pembangunan sodetan ini bukan untuk mengalihkan banjir ke desa yang dilalui namun memecah air sungai agar tidak terjadi banjir,” ujar Amos Silitonga, Selasa (16/6/2026). 

Dirinya menambahkan adanya sodetan ini membuka peluang besar untuk perluasan lahan pertanian. 

Lahan yang awalnya lahan mati bisa dimanfaatkan menjadi lahan pertanian karena air sungai tidak meluap namun dialirkan sehingga lahan rawa tidak lama tergenang. 

Baca juga: Ratusan Pohon Ditanam di Kecamatan Banjang HSU, Wujudkan Banjang Food Forest

Pemerintah Daerah sebelumnya telah melakukan normalisasi sungai kecil di Desa Muara Tapus dan membuat aliran sungai menjadi lebih besar dan dapat mengendalikan air.

Hal ini akan dilaksanakan kembali pada pembuatan sodetan ini.

“Dengan suksesnya normalisasi di Desa Muara Tapus menjadi bukti bahwa pentingnya pengendalian air bukan hanya untuk penanganan banjir namun juga membuka potensi pemanfaatan lahan rawa menjadi lebih luas,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.