PAD Wisata Kulon Progo Terkerek 30,66 Persen di 2026, Imbas Destinasi Viral di Pantai Glagah
Yoseph Hary W June 16, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kulon Progo dari retribusi wisata pada 2026 ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Peningkatannya dipicu oleh kemunculan spot wisata baru yang menjadi daya tarik publik.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo, Sutarman mengatakan PAD dari sektor pariwisata di 2026 mengalami pertumbuhan hingga 30,66 persen.

"Pertumbuhan ini didasarkan pada perolehan PAD di periode yang sama pada 2025 lalu," katanya pada Selasa (16/06/2026).

Menurut Sutarman, sejak Januari hingga Mei 2026 ini PAD yang berhasil diperoleh dari retribusi wisata nilainya mencapai Rp4.220.730.000,00. Nilai ini sudah mencapai 53,97 persen dari target perolehan PAD 2026 sebesar Rp7.827.461.229,00.

Sedangkan pada Januari-Mei 2025, tercatat perolehan PAD dari retribusi wisata mencapai Rp3.242.598.000,00. Peningkatan ini turut dirasakan dari sisi jumlah kunjungan jika dibandingkan antara 2025 dan 2026 di periode yang sama.

"Januari-Mei 2025 tercatat sebanyak 168.536 wisatawan, sedangkan di periode yang sama di 2026 tercatat sebanyak 346.325 wisatawan alias meningkat hingga 105,49 persen," ungkap Sutarman.

Terdongkrak spot wisata viral 

Ia menilai peningkatan perolehan PAD wisata hingga jumlah pengunjung tak lepas dari kemunculan spot wisata viral di Kulon Progo. Seperti dengan adanya kafe-kafe baru di sepanjang jalan antara Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kapanewon Temon.

Libur panjang yang cukup banyak di bulan Mei turut mendongkrak angka kunjungan wisata ke Kulon Progo. Sutarman menilai keberadaan Embarkasi Haji DIY di YIA turut memberikan dampak positif.

"Selama bulan Mei tercatat sebanyak 467.081 pengunjung, melonjak dari bulan April yang sebanyak 138.362 pengunjung," jelasnya.

Sutarman berharap peningkatan dari sektor pariwisata bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan geliat ekonomi di masyarakat. Termasuk memperkuat daya saing pariwisata daerah secara berkelanjutan.

Ketua Desa Wisata Glagah, Bayu Puspo tak menampik jika keberadaan kafe-kafe di sepanjang Pantai Glagah dan Pantai Congot mendongkrak angka kunjungan. Termasuk dengan adanya pemecah ombak yang viral di media sosial (medsos).

"Berjamurnya kafe-kafe ini membuat banyak pengunjung yang datang ke kawasan Glagah, terutama di sore hari saat momen matahari terbenam (sunset)," ujar Bayu.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.