TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Kemunculan dua ekor harimau di Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (16/6/2026), menyisakan pengalaman menegangkan bagi warga setempat.
Salah seorang warga, Maizar Dt Nan Panjang, mengaku bertemu langsung dengan dua ekor harimau tersebut saat hendak berangkat ke kebunnya pada pagi hari.
Saat itu, Maizar berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor menuju kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumahnya.
"Sekira pukul 07.27 WIB saya hendak ke kebun sendirian. Tiba-tiba saya lihat ada seekor harimau berdiri di tepi jalan," kata Maizar kepada TribunPadang.com.
Baca juga: Induk dan Anak Harimau Muncul di Palupuh Agam Usai Kejar Babi, BKSDA Pasang 5 Kamera Trap
Menurutnya, jarak antara dirinya dengan satwa liar tersebut cukup dekat
Ia bahkan mengaku hampir saja melintas terlalu dekat sebelum menyadari keberadaan harimau itu.
"Saya hampir saja terlalu dekat ke harimau itu. Untung cepat terlihat, jadi saya langsung berhenti," ujarnya.
Karena khawatir diserang, Maizar langsung memutar posisi motornya menghadap arah pulang dengan kondisi mesin tetap menyala.
"Takut kalau dikejar bisa langsung tancap gas. Setelah posisi aman, baru saya videokan," katanya.
Baca juga: BKSDA Sumbar Sebut Dua Harimau di Palupuh Agam Merupakan Induk dan Anak
Saat merekam harimau yang berada di tepi jalan, Maizar mengaku dikejutkan suara gerakan dari semak-semak di hutan kayu manis yang berada tidak jauh dari lokasi.
Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari hewan lain. Namun setelah dicari sumbernya, ternyata ada seekor harimau lagi yang sedang bersembunyi.
"Ternyata dua ekor. Awalnya saya hanya lihat satu ekor di tepi jalan. Yang satu lagi bersembunyi di dalam hutan kayu manis dekat saya berhenti," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum direkam, harimau pertama sempat berada di tengah jalan.
Baca juga: Dua Harimau Muncul di Agam, Wali Nagari Koto Rantang Imbau Warga Tak Beraktivitas di Kebun
"Posisi awalnya sedang tidur-tiduran di tengah jalan. Mungkin karena terkejut melihat saya datang, dia pindah ke pinggir jalan. Baru setelah itu saya videokan," katanya.
Keberadaan harimau kedua membuat situasi semakin menegangkan. Meski demikian, Maizar mencoba mengusir satwa tersebut dengan suara keras.
"Saya bilang, 'menjauhlah, hus... hus... hus'. Setelah itu harimau itu lari," ujarnya.
Maizar mengaku kemunculan harimau bukan lagi hal baru bagi warga sekitar Koto Rantang.
Dalam tiga bulan terakhir, ia telah beberapa kali melihat satwa dilindungi tersebut di kawasan yang sama, baik siang maupun malam hari.
"Sudah sekitar tiga kali nampak. Waktu musim durian kemarin juga pernah. Ada yang malam hari, ada juga sore hari saat saya pulang dari kebun bersama istri," katanya.
Baca juga: BKSDA Sumbar Verifikasi Kemunculan Harimau di Kawasan BRIN Koto Tabang Agam
Menurutnya, salah satu lokasi yang kerap menjadi tempat kemunculan harimau berada sekitar satu kilometer dari Kantor BRIN Koto Tabang.
Ia menduga kedua harimau tersebut sudah cukup lama berada di kawasan tersebut.
"Sepertinya memang sudah menetap di sekitar lokasi itu," ujarnya.
Dugaan itu diperkuat dengan temuan sisa-sisa mangsa yang ditemukan beberapa hari lalu.
Maizar mengaku menemukan bangkai babi hutan yang diduga baru saja dimangsa harimau.
"Beberapa hari lalu saya lihat ada bekas babi dimakan. Badannya terpotong tiga, kepala babinya masih ada dan belum busuk, masih merah-merah," katanya.
Baca juga: Harga Emas di Padang Sentuh Rp6 Juta per Ameh, Tren Penjualan Meningkat Jelang Ajaran Baru Sekolah
Temuan tersebut berada tidak jauh dari lokasi kemunculan dua harimau yang dilihatnya pada Selasa pagi.
Berdasarkan ukuran tubuhnya, Maizar memperkirakan kedua harimau tersebut masih berusia muda.
"Kalau dari ukurannya saya kira masih anakan, tapi sudah bisa berburu sendiri. Saya rasa babi yang dimakan itu hasil buruan mereka," ujarnya.
Meski kemunculan harimau membuat aktivitas warga terganggu, masyarakat tetap berangkat ke kebun karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Menurut Maizar, yang menjadi kendala bukan lokasi kebun, melainkan akses jalan menuju kebun yang kini rawan dilintasi harimau.
"Kebun masyarakat sebenarnya masih tergolong aman. Yang terhambat itu jalan menuju kebunnya karena ada harimau," katanya.
Ia mengatakan warga kini memilih mempercepat jam pulang dari kebun dan berusaha tidak bepergian sendirian.
"Sekarang masyarakat lebih waspada. Kami percepat jam pulang dari kebun. Kalau bisa pergi dan pulang bersama-sama," ujarnya.
Meski dihantui rasa khawatir, warga tetap beraktivitas seperti biasa karena tidak memiliki pilihan lain.
"Kami bismillah saja lagi kalau ke kebun. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa, karena penghasilan kami memang dari berkebun," tutupnya.
Dua ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang muncul di kawasan Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, diduga kuat muncul usai berburu babi hutan, Selasa (16/6/2026).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat memastikan sepasang satwa dilindungi yang sempat meresahkan warga tersebut merupakan induk dan anak.
Kemunculan satwa liar tersebut terekam dalam sebuah video yang diterima TribunPadang.com.
Kepala Resort Konservasi Wilayah Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menduga harimau tersebut muncul dan terlihat oleh warga usai mengejar babi hutan.
Baca juga: BKSDA Sumbar Sebut Dua Harimau di Palupuh Agam Merupakan Induk dan Anak
"Diduga muncul karena habis mengejar babi," kata Ade Putra, saat dihubungi TribunPadang.com, Selasa sore.
Hal itu diperkuat dengan ditemukannya sisa makanan berupa bangkai babi di sekitar lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut.
"Karena kami menemukan sisa makanannya berupa bangkai babi," jelasnya.
Kemudian, pihaknya memastikan dua ekor harimau tersebut merupakan induk dan anaknya.
Kepastian tersebut diperoleh setelah jajarannya melakukan identifikasi dan verifikasi langsung di lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut.
"Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, dipastikan dua individu harimau yang muncul tersebut merupakan induk dengan anaknya," ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keselamatan warga dan satwa tersebut, BKSDA Sumbar langsung mengambil langkah cepat dengan memperketat pengawasan di sekitar lokasi konflik.
Baca juga: Dua Harimau Muncul di Agam, Wali Nagari Koto Rantang Imbau Warga Tak Beraktivitas di Kebun
Ade menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang sejumlah kamera pengintai (kamera trap) di titik-titik strategis yang sering dilalui oleh satwa liar tersebut.
Selain itu, tim di lapangan juga meningkatkan intensitas pengawasan secara langsung.
Kita melakukan pemantauan dengan 5 kamera trap dan patroli pada areal2 kebun warga pada siang dan malam hari tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada warga
"Saat ini kita melakukan pemantauan dengan memasang lima unit kamera trap. Selain itu, tim juga rutin menggelar patroli pada area perkebunan warga, baik pada siang maupun malam hari," tambahnya.
Upaya penanganan intensif ini sengaja dilakukan guna mengantisipasi konflik satwa dan manusia, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga.
"Tujuan utama dari patroli siang-malam dan pemasangan kamera ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada warga setempat," pungkas Ade.
Kemunculan satwa dilindungi tersebut sebelumnya terekam dalam video warga yang beredar di media sosial dan grup percakapan WhatsApp.
Dalam rekaman itu, dua ekor harimau terlihat berada di tepi jalan kawasan hutan yang menjadi akses masyarakat menuju perkebunan.
Menanggapi laporan tersebut, BKSDA Sumbar langsung mengerahkan tim ke lokasi guna melakukan identifikasi lapangan sekaligus memastikan keamanan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Mulai Berburu Seragam Sekolah di Pasar Raya Padang
Kepala Resort Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan saat ini tim sedang melakukan pengecekan langsung di lapangan.
"Kami sedang identifikasi lapangan dan patroli pengamanan warga," kata Ade Putra saat dikonfirmasi TribunPadang.com.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengidentifikasi keberadaan harimau yang dilaporkan warga.
Selain mengecek lokasi kemunculan, petugas juga akan mencari tanda-tanda keberadaan harimau seperti jejak kaki, bekas cakaran, maupun informasi tambahan dari masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengetahui apakah harimau masih berada di sekitar lokasi atau sudah kembali masuk ke habitatnya di dalam kawasan hutan.
Baca juga: Detik-Detik Warga Palupuh Agam Bertemu Dua Ekor Harimau: Satu dalam Hutan Kayu Manis
Patroli juga dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya interaksi langsung antara satwa liar dengan masyarakat yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk menuju kebun maupun kawasan perkantoran.
Sebelumnya, warga di Nagari Koto Rantang dikejutkan dengan kemunculan dua ekor harimau di jalan lintas menuju kawasan BRIN Koto Tabang, Kabupaten Agam.
Dalam video yang diterima TribunPadang.com, perekam yang berada di atas sepeda motor tampak menghentikan perjalanannya setelah melihat dua ekor harimau di tepi jalan.
Salah satu harimau terlihat berada dekat badan jalan, sementara seekor lainnya berada tidak jauh dari lokasi tersebut di area vegetasi dan hutan kayu manis.
Meski jarak antara perekam dan harimau relatif dekat, kedua satwa itu terlihat tenang dan tidak menunjukkan perilaku agresif.
Harimau bahkan tampak duduk di pinggir jalan sambil memperhatikan arah warga yang merekam video.
Rekaman tersebut kemudian menyebar luas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama warga yang memiliki aktivitas berkebun di sekitar lokasi.
Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, membenarkan adanya laporan kemunculan dua ekor harimau tersebut.
Menurutnya, lokasi kemunculan berada di Jorong Batu Gadang, tepatnya di jalan lintas menuju Kantor BRIN dan Kantor GAW Koto Tabang.
Ia menyebut kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi lokasi kemunculan harimau pada akhir tahun lalu.
"Lokasinya tidak jauh dari kemunculan sebelumnya, sekitar 500 meter dari kawasan kantor," ujarnya.
Baca juga: Harimau Sumatera Serang Anak Kerbau di Palembayan Agam, Warga Lihat Dua Ekor Muncul di Kebun
Novri memperkirakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB. Namun, informasi baru diterimanya sekitar pukul 10.30 WIB melalui laporan warga.
Berdasarkan cerita masyarakat yang melihat langsung, dua harimau itu awalnya terlihat duduk di tepi jalan saat warga hendak menuju kebun.
"Warga yang melihat tentu terkejut karena jaraknya cukup dekat. Namun harimau itu tidak melakukan pengejaran dan kemudian menjauh," katanya.
Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Nagari Koto Rantang segera berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar dan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga yang sedang berada di kebun diminta segera pulang, sementara masyarakat yang berencana menuju kebun diimbau menunda aktivitasnya hingga kondisi dinyatakan aman.
Baca juga: Harimau Sumatera di Matua Agam Tak Lagi Terlihat, BKSDA Sumbar Tak Temukan Jejak Baru
"Kami meminta warga untuk sementara tidak pergi ke kebun dan menghindari lokasi kemunculan harimau. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," kata Novri.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mencoba mendekati, mengejar, atau mengusir harimau apabila kembali terlihat di sekitar kawasan perkebunan maupun permukiman.
Kemunculan harimau sumatera di sekitar wilayah aktivitas masyarakat menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu konflik antara manusia dan satwa liar.
Karena itu, BKSDA Sumbar bersama pemerintah nagari dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta mengumpulkan informasi dari masyarakat.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah nagari atau BKSDA apabila kembali melihat keberadaan harimau maupun menemukan tanda-tanda aktivitas satwa liar di sekitar kawasan perkebunan dan permukiman.(*)