Budiman Sudjatmiko Ungkap Pesan Prabowo Soal Alat Pelacak di Mobil Tiyo: Jangan Celakai Beliau
Angel aginta sembiring June 17, 2026 01:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Budiman Sudjatmiko ungkap pesan Presiden Prabowo soal alat pelacak di mobil Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto.

Adapun Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengungkap soal alat pelacak di mobil Tiyo Ardianto.

Dimana Budiman Sudjatmiko mengatakan Prabowo meminta menterinya tidak mengambil langkah yang membahayakan para pengkritik.

Pernyataan itu disampaikan Budiman saat menanggapi kabar mobil eks Presiden BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto dipasangi pelacak usai mengikuti aksi di kawasan Gejayan.

Budiman mengaku pernah mendengar cerita dari seorang menteri yang mendapat arahan langsung dari Prabowo mengenai cara menyikapi kritik yang datang dari masyarakat.

Menurutnya, menteri tersebut merupakan sosok yang kerap dikritik oleh Tiyo. 

"Sepedas apapun, jangan bersinggungan dan jangan buat manuver apapun yang bisa mencelakai beliau (Tiyo). Kira-kira begitu nasihatnya Pak Prabowo pada menteri itu," kata Budiman kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2026) dini hari.

Menurut Budiman, pesan yang disampaikan menunjukkan bahwa Prabowo tidak ada maksud untuk melakukan "manuver" tertentu kepada pengkritik.

Baca juga: NASIB Budiman Saat Diskusi dengan Mahasiswa di Tengah Tekanan Demo: Dicap Munafik hingga Penghianat

"Jadi, kalau dari pihak presiden sendiri sudah jelas bahwa tidak ada bermaksud mencelakai pengkritik-pengkritik, kira-kira begitu," imbuhnya.

Niatnya membela pemerintah, Ferdinand Hutahean malah keceplosan soal alat pelacak di mobil Tiyo Ardianto.

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahean bahkan menyebut Tiyo Ardianto merupakan seorang penderita NPD.

NPD atau Narcissistic Personality Disorder adalah gangguan mental di mana penderitanya memiliki rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan, haus akan pujian dan pengakuan, serta kurang berempati terhadap orang lain.

Ferdinand mengatakan tuduhan Tiyo atas temuan alat pelacak di mobil tidak mendasar.

Ia memastikan pelaku yang menyimpan alat tersebut bukan pemerintah.

Sebab kata Ferdinand, cara penguasa melacak pihak yang tidak disukai tidak dengan alat pelacak.

"Saya semakin meyakini memang orang ini (menujuk foto Tiyo Ardianto) memang adalah NPD sejati," katanya.

Ferdinand Hutahaean mempertanyakan mulai dari kepemilikan mobil tersebut.

"Dia memarken mobilnya dipasangai alat pelacak, alat pelacak ini siapa yang pasang ? Kedua adalah mobilnya Tiyo ini sebenarnya ini darimana apakah beli sendiri, rental, atau dikasih orang lain," katanya.

Ferdinand menyarankan agar Tiyo menanyakan hal itu pada pemilik mobil.

"Kalau ternyata dikasih orang lain coba tanya orang yang memberikan itu jangan-jangan dia memasangi itu di mobilnya supaya bisa dilacak keberadaan mobil kalau sewaktu-waktu hilang atau dicuri," katanya.

Baca juga: BGN Bikin Opsi Hapus Siswa SMA Sebagai Penerima MBG, Anggaran Makin Tipis?

Pasalnya kebanyakan pengusaha rental memang menggunakan alat tersebut sebagai antisipasi tindak pencurian.

"Rental mobil pada umumnya  masang alat sejenis ini, bahkan dijual bebas dengan biaya murah," katanya.

Bahkan Ferdinand juga menyinggung soal orang tua Tiyo.

"Kalau itu diberikan diberikan orang tuamu tanya dulu orang tuamu pernah gak bapakmu masangin itu.

Jangan langsung menuduh bahwa kau itu dibuntuti, dipasangi alat pelacak oleh penguasa, dan kau menunjukan kau menunjukan dirimu NPD bahwa seolah kau sedang ditakuti penguasa, ditakuti pemerintah, tidak. Kau itu bukan siapa-siapa, kau itu tidak ditakuti sedikitpun. Hanya memang orang sebal melihat mulutmu yang kurang ajar," katanya.

Ferdinand Hutahaean sampai keceplosan membocorkan cara-cara melacak.

"Jangan playing victim. Kalau penguasa yang melakukan tidak begitu caranya, handphone mu saja ditaping sudah bisa ketahuan kau dimana. Masa mobil mu dibuntuti ngapain ? Kalau mau dibuntuti ya kau lewat handphonemu," katanya.

Baca juga: Sosok CEO Tribun Network Dahlan Dahi di Panggung Akademik Unhas

Pengakuan Tiyo Ardianto

Sebelumnya, Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone.

"PBX FINDER ditemukan bergerak bersama Anda. Pemilik dapat meminta lokasinya. Ketuk untuk membuka Lacak untuk melihat tindakan yang tersedia," tulis notifikasi.

Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.

"Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam," kata Tiyo.

Tiyo mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya," katanya.

Tiyo Ardianto menjelaskan bahwa ia menemukan alat pelacak di mobil tersebut pada 13 Juni 2026.

Ia mengaku mobil yang dimaksud merupakan milik saudara yang dipinjam demi menjaga keselamatan.

"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," kata Tiyo seperti dikutip dari Kompas.com.

Bukan hanya sekali saja, Tiyo kembali menemukan alat pelacak serupa beberapa kemudian.

"Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya. 

Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang. 

Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar. 

Saya menulis ini setiba di Makassar sebagai update sementara. Segera saya akan catat keterangan yg lebih lengkap.

Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor." tulis Tiyo di Instagram.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.