Adapun "laku bisu" sendiri dimaknai sebagai bentuk introspeksi, pengendalian diri, dan perenungan atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Dengan penuh khidmat, para peserta kirab berjalan mengiringi pusaka-pusaka milik keraton maupun pura.
Kegiatan ini dimulai dari Kori Komandungan Keraton Solo menuju Jalan Supit Urang.