5 Populer Regional: Gempa M 6,7 Guncang Palu - Profil Agus Triyanta Wakil Dekan FH UII Ikut Demo
Yurika NendriNovianingsih June 17, 2026 06:34 AM

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.

Pusat gempa berada di laut sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Akibatnya, bangunan hotel hingga rumah warga dilaporkan rusak.

Kemudian ada profil dari Agus Triyanta yang viral karena ikut demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di kawasan Nol Km Yogyakarta.

Agus ternyata menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Ia sudah menjadi dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) sejak tahun 1993. 

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Dampak Gempa M 6,7 di Palu, Hotel hingga Rumah Rusak, BMKG: Kerusakan Kategori Sedang di 3 Wilayah

GEMPA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Palu dan sekitarnya waspada setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara ibu kota provinsi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. 
GEMPA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Palu dan sekitarnya waspada setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tenggara ibu kota provinsi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.  (HO/IST)

Gempa magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, menimbulkan kerusakan bangunan, Selasa (16/6/2026)

Gempa cukup besar yang terjadi pada pukul 11.27 wita ini, berpusat di darat. Tepatnya sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 km. 

Akibatnya, sejumlah bangunan rusak di Kabupaten Parigi Moutong hingga Sigi.

Gempa berkekuatan besar juga melanda wilayah Indonesia dalam tiga bulan terakhir.

Catatan Tribunnews, telah terjadi tiga gempa yang berkekuatan besar. Dua di antaranya berpotensi tsunami.

Pertama, Kamis, 2 April lalu, gempa bumi M7,6 terjadi di wilayah Pantai Barat Daya Pulau Mayau, Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. diguncang gempa tektonik. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tersebut, berpotensi tsunami. 

Kedua, gempa magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangih, Sulawesi Utara pada pukul 06.37.42 WIB, Senin (8/6/2026).

Tak lama setelah gempa terjadi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

Terkini, gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu yang mengakibatkan bangunan kantor Bupati Sigi hingga hotel dan auditorium kampus Universitas Tadulako mengalami kerusakan, Selasa (16/6/2026),

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan kerusakan sedang yang terjadi di sejumlah wilayah Palu akibat gempa. 

"Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi," katanya saat konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BMKG, Selasa siang.

"Kemudian rumah warga ada di Kabupaten Pariki Motong. Kemudian ada lima rumah warga juga," imbuhnya.

Baca selengkapnya.

2. Misteri Teror Api di Sleman, UGM Temukan Diduga Penyebab, BPBD Tunggu Hasil Ahli Lain

TEROR API DI SLEMAN - Kondisi rumah di Seyegan Sleman yang masih terus mendapat teror api.
TEROR API DI SLEMAN - Kondisi rumah di Seyegan Sleman yang masih terus mendapat teror api. (TribunJogja.com/Ahmad Syarifudin)

Sudah lebih dari 20 hari rumah Agusyani di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta kena "teror" api.

Sejak 23 Mei 2026 lalu, api tiba-tiba muncul dan membakar barang-barang milik Agusyani.

Sejumlah pihak pun turun tangan untuk mencari penyebab api yang tiba-tiba muncul tersebut, salah satunya peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pihak UGM telah melakukan penelitian dan menemukan diduga penyebab api muncul tiba-tiba.

Dari hasil investigasi Tim Pusat Kajian Pengelolaan Energi (PKPE) Teknik Geologi UGM, sumber api bukan dari kebocoran gas dari bawah tanah yang dulu sempat diduga jadi penyebab.

Mengutip TribunJogja.com, api diduga muncul dari reaksi kimia material solvent (pelarut) dan resin polivinil klorida (PVC) di area rumah korban.

Sarju Winardi selaku anggota tim peneliti dari UGM mengatakan, interaksi dari dua bahan kimia tersebut bisa menciptakan kondisi lingkungan yang mudah terbakar.

Meski tersebut, kedua zat tersebut tak bisa menjadi api dengan sendirinya tanpa adanya stimulus atau yang memantik dari luar.

"Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar,"

"Nah, pemantiknya apa? Ini akan ditindaklanjuti oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” ujar Sarju, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan.

Baca selengkapnya.

3. Jelang Kirab 1 Suro, Dua Kubu Keraton Solo Hadiri Pertemuan di Balai Kota, Sepakati Kirab Beriringan

KIRAB 1 SURO - Suasana kawasan Keraton Kasunanan Solo jelang Kirab Pusaka Malam 1 Sura, Kamis (26/6/2025). Tepat pada Kamis (26/6/2025) malam, Keraton Kasunanan Solo menggelar tradisi Kirab Malam 1 Sura Dal - 1959.
KIRAB 1 SURO - Suasana kawasan Keraton Kasunanan Solo jelang Kirab Pusaka Malam 1 Sura, Kamis (26/6/2025). Tepat pada Kamis (26/6/2025) malam, Keraton Kasunanan Solo menggelar tradisi Kirab Malam 1 Sura Dal - 1959. (Tribun Solo/Andreas Chris Febrianto)

Dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta masih terjadi meski sempat disorot Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Untuk menengahi kedua pihak, Kementerian Kebudayaan menunjuk Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan sebagai Pelaksana Pengembangan Keraton Solo.

Dua putra Sri Susuhunan Pakubuwono XIII saling mengklaim sebagai raja Keraton Solo yakni Pakubuwono XIV Purboyo dan Pakubuwono XIV Hangabehi.

Menjelang kirab 1 Suro, kedua kubu hendak menggelar kirab secara terpisah.

Kirab yang digelar setiap malam Tahun Baru Islam atau 1 Muharam memiliki rentetan acara mulai kirab pusaka hingga berjalan tanpa bersuara sebagai simbol refleksi diri.

Pemerintah Kota Solo memfasilitasi pertemuan kedua pihak agar acara kirab 1 Suro dapat berjalan lancar tanpa ada konflik.

Pertemuan digelar di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Pakubuwono XIV Purboyo dan Pakubuwono XIV Hangabehi tidak hadir dalam pertemuan tersebut, namun terdapat perwakilan dari masing-masing kubu.

Perwakilan kubu PB XIV Purboyo di antaranya ada Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya GKR Panembahan Timoer Rumbay, kuasa hukum PB XIV Purbaya KPAA Ferry Firman Nurwahyu, Pengageng Perentah Keraton Solo KGPHA Panembahan Dipokusumo, GKR Alit, GKR Ratih dan GKR Devi Lelyana.

Sedangkan dari Pakubuwono XIV Hangabehi yakni Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, GRAj Putri Purnaningrum dan KGPH Puger.

KGPH Panembahan Agung Tedjowulan memimpin pertemuan yang digelar secara terpisah antara kedua kubu.

Ia menyatakan kedua kubu akan melaksanakan kirab secara beriringan.

"Jamnya, jam 9 (malam) ya. Ya beriringan. Sudah berjalan bertahun-tahun. Iya menjadi satu (pelaksanaan)," paparnya, Senin.

Baca selengkapnya.

4. Mahasiswa Bersitegang dengan Polisi saat Demo di Sumsel, Aksi Bakar Foto Prabowo di Lampung

DEMO MAHASISWA - (Kiri) Foto Presiden Prabowo Subianto dan (Kanan) Aksi mahasiswa membakar ban saat demo di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, pada Senin (15/6/2026) siang.
DEMO MAHASISWA - (Kiri) Foto Presiden Prabowo Subianto dan (Kanan) Aksi mahasiswa membakar ban saat demo di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, pada Senin (15/6/2026) siang. (Kolase Tribunnews.com)

Aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa di depan DPRD Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan sempat memanas dengan pihak kepolisian, Senin (15/6/2026).

Demo gabungan organisasi Cipayung Plus tersebut, sempat ricuh setelah mahasiswa hendak melakukan aksi bakar ban dan dihalangi oleh polisi.

Suasana yang awalnya kondusif pun langsung berubah.

Terjadi aksi saling tarik ban yang hendak dibakar antara mahasiswa dan polisi.

Namun, ban tersebut akhirnya dibakar oleh mahasiswa dan tak lama kemudian polisi memadamkannya menggunakan APAR.

Kepulan asap putih dari APAR yang telah memadamkan api pun langsung memecah massa.

Pantauan TribunSumsel.com di lapangan, aksi demo pun kembali berlanjut dengan tertib meski sempat bersitegang dengan pihak kepolisian.

Tomi, salah satu orator menyampaikan ada sejumlah tuntutan dalam aksi demo ini.

Pertama, yakni Pemkot Lubuklinggau untuk melakukan perbaikan jalan rusak dan menghidupkan lagi lampu penerangan jalan umum (PJU).

"Pemerintah Kota Lubuklinggau wajib melakukan perbaikan kedaruratan terhadap titik jalan yang rusak dan menghidupkan kembali fasilitas lampu PJU yang mati dalam waktu maksimal 14 hari kerja," ungkapnya.

Tak hanya itu, massa aksi juga membawa isu kelangkaan BBM, evaluasi Makan Bergizi Gratis, dan stabilitas harga di pasar dalam demo Senin siang ini.

Baca selengkapnya.

5. Profil Agus Triyanta Wakil Dekan FH UII Ikut Demo Mahasiswa di Yogyakarta: Lulusan Malaysia

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Drs Agus Triyanta, ikut turun ke jalan bersama mahasiswanya menyuarakan tuntutan pada aksi damai #menujuindonesiabangkrut, Senin (15/6/2026).
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Drs Agus Triyanta, ikut turun ke jalan bersama mahasiswanya menyuarakan tuntutan pada aksi damai #menujuindonesiabangkrut, Senin (15/6/2026). (HO/IST/Tribun Jogja)

Tidak hanya mahasiswa yang turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa terkait kondisi Indonesia pada Senin (15/6/2026).

Di Yogyakarta, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Drs Agus Triyanta, ikut turun ke jalan bersama para mahasiswanya menyuarakan tuntutan pada aksi damai #menujuindonesiabangkrut, Senin (15/6/2026).

Agus juga sempat berorasi di kawasan Nol Km Yogyakarta yang menjadi titik akhir long march para pengunjuk rasa.

Dia menegaskan orasi pada Senin siang merupakan keinginan mahasiswa memelihara demokrasi.

Mahasiswa, menurut Agus menjadi penyeimbang demokrasi yang harus didukung oleh siapapun.

"Apabila sebuah pemerintahan tidak ada kekuatan penyeimbang maka akan bergerak dalam arah yang gak seimbang, dan inilah inti demokrasi  karena itu kami mensuport, menyuarakan karena kecintaan FH UII terhadap negara," katanya. 

Agus tidak menampik bahwa saat ini langkah pemerintah tidak seimbang karena banyak tuntutan masyarakat yang belum diakomodir.

Karenanya Agus bersama para mahasiswa turun ke jalan untuk memperluas suara-suara yang belum diakomodir oleh pemerintah.

"Seperti fakta-fakta yang diungkap banyak hal yang belum diakomodasi dengan baik oleh pemerintah," terang dia.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com/Endra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.