PANGKALPINANG, BABEL NEWS - PT Bank Pembangunan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung berhasil membukukan laba sekitar Rp2,9 miliar pada tahun buku 2025.
Keberhasilan ini seiring membaiknya rasio kesehatan bank, kualitas pembiayaan, serta penguatan tata kelola perusahaan.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BPRS Babel di Ballroom Aston Emary Hotel Bangka, Kota Pangkalpinang, Senin (15/6/2026).
Direktur Utama BPRS Babel Chairul Ichwan mengatakan, pihaknya berhasil mencatatkan laba sekitar Rp2,9 miliar pada tahun buku 2025 setelah melalui proses restrukturisasi dan pemulihan bisnis yang berlangsung bertahap selama lima tahun terakhir.
Menurut Chairul, capaian tersebut ditopang oleh membaiknya kualitas pembiayaan dan peningkatan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) yang kini telah berada di atas batas minimum regulator.
"Dulu tantangannya cukup berat karena pembiayaan bermasalah tinggi dan rasio permodalan berada di bawah ketentuan. Sekarang kondisi sudah jauh lebih stabil, pembiayaan lebih lancar dan profitabilitas mulai terbentuk," kata Chairul.
Ia menambahkan, proses pembenahan tidak berlangsung mudah lantaran BPRS Babel harus menghadapi tekanan pandemi Covid-19 sejak 2020, di tengah perlambatan ekonomi dan keterbatasan fiskal pemerintah daerah sebagai pemegang saham.
Kini, BPRS Babel lebih menitikberatkan strategi bisnis pada prinsip kehati-hatian, terutama dalam penyaluran pembiayaan.
Setiap ekspansi pembiayaan dilakukan dengan pendekatan mitigasi risiko guna menjaga kualitas aset tetap terjaga.
"Kami belajar dari pengalaman sebelumnya. Prinsip kehati-hatian menjadi fokus utama agar persoalan lama tidak terulang, sementara penyelesaian terhadap masalah-masalah terdahulu juga terus dilakukan secara bertahap," tutur Chairul.
Pemegang saham menilai kondisi BPRS Babel saat ini bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Hal itu tercermin dari laporan keuangan yang memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari auditor independen serta penilaian kesehatan bank yang dinyatakan sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Demikian disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin.
Menurut Saparudin, Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai pemegang saham pengendali, menerima laporan kinerja BPRS Babel dengan hasil yang dinilai cukup positif, terutama dari sisi tata kelola dan penguatan fundamental usaha.
"Secara umum kondisinya makin baik. Laporan keuangan memperoleh opini WTP dan dari hasil evaluasi regulator, kondisi bank sudah sehat," ujar Saparudin kepada awak media usai menghadiri RUPS BPRS Babel, Senin (15/6/2026).
Dia menuturkan, permodalan BPRS Babel saat ini dinilai masih memadai untuk menopang operasional maupun ekspansi usaha dalam jangka pendek.
Karena itu, para pemegang saham belum melihat urgensi untuk melakukan penambahan modal pada tahun ini.
Meski demikian, opsi penguatan modal tetap terbuka apabila dibutuhkan untuk mendukung pengembangan bisnis di masa mendatang.
"Kalau melihat kondisi sekarang, modal masih cukup baik untuk menjalankan usaha. Namun tentu akan terus dievaluasi sesuai kebutuhan pengembangan perusahaan," tutur Saparudin.
Pemegang saham, lanjut dia, akan tetap memperketat pengawasan terhadap performa BPRS Babel agar tren perbaikan dapat dipertahankan dan risiko penurunan kinerja seperti yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.
"Kami ingin momentum perbaikan ini dijaga. Tahun ini mulai menunjukkan hasil yang baik dan harapannya tahun depan bisa lebih meningkat lagi," ujarnya. (t2)