Warisan Budaya Lokal Anyaman Bali Jadi Inspirasi Tren Sport Style Dunia, Padukan Olahraga dan Seni
Putu Dewi Adi Damayanthi June 17, 2026 10:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Industri mode olahraga dunia kini melirik warisan budaya lokal Bali sebagai kiblat baru dalam perkembangan tren sportstyle global melalui suntikan elemen budaya seperti macrame, crochet, hingga teknik rajutan tradisional yang terinspirasi dari detail adat Bali.

President Director of ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama menyatakan bahwa integrasi identitas lokal ke dalam desain produk olahraga global merupakan sebuah langkah inovasi penting di era modern saat ini.

"Kami ingin membawa narasi budaya lokal ke panggung mode internasional," kata Yaya pasca kolaborasi dengan artisan lokal independen berbasis di Bali, Isa Boulder, pada Rabu 17 Juni 2026.

Keduanya merilis siluet sneakers low profile terbaru bernama Hypersync yang kental dengan sentuhan keahlian tangan artisan lokal Pulau Dewata dan berhasil mengikis kesan produk olahraga yang sekadar mengejar fungsi performa atau estetika modern massal.

Baca juga: Jaga Tradisi dan Budaya Leluhur, Semeton Dadia Dalem Tarukan di Bangli Bali Gelar Mepatung

"Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir ketika performa, desain, dan nilai budaya dapat berjalan beriringan," ujar Yuya.

Ia menambahkan bahwa proyek ini menjadi bentuk eksplorasi baru untuk menghadirkan produk yang memiliki kedekatan emosional dengan komunitas kreatif serta budaya lokal di Indonesia.

Isu yang diangkat dalam proyek ini tidak sekadar urusan estetika visual, melainkan juga menyoroti pentingnya keberlanjutan ekonomi kreatif bagi para perajin lokal di Bali.

Di tengah gempuran produksi massal pabrikan, teknik anyaman tangan tradisional yang diadopsi dalam sepatu ini membuktikan bahwa keterampilan artisan lokal mampu bersaing dan relevan dengan selera pasar mode futuristik.

Secara teknis, sneakers ini mengawinkan arsip desain sepatu lintasan atletik track spike tipe Hyperpower serta struktur bawah sepatu gulat Snapdown 3, yang kemudian dibalut dengan sentuhan seni rajut khas Isa Boulder.

"Ini dirancang demi mendukung gaya hidup mindful yang selaras dengan filosofi keseimbangan mental dan fisik," tuturnya.

General Manager of ASICS Sportstyle Indonesia, Dandy Hartanto menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi jembatan yang mempertemukan fungsionalitas olahraga dengan ekspresi seni kontemporer.

"Kami ingin menghadirkan ruang eksplorasi budaya, musik, craft, dan komunitas kreatif yang merepresentasikan energi Bali secara autentik," kata Dandy.

Menurutnya, produk terbaru ini menjadi simbol nyata bagaimana industri sportstyle dunia dapat terus berkembang melalui koneksi erat dengan kultur lokal serta kreativitas generasi baru.

Untuk memperkenalkan konsep ini kepada publik, sebuah ruang aktivasi eksklusif dibuka di Potato Head Studio, Seminyak, Badung.

Melalui ruang ini, publik tidak hanya melihat produk jadi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam ekosistem kreatif melalui lokakarya anyaman macrame bersama perajin lokal.

Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa apresiasi terhadap budaya Bali tidak berhenti pada eksploitasi visual semata, melainkan berdampak pada penguatan komunitas lokal.

"Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, sebagian dari hasil kolaborasi global ini juga disalurkan langsung untuk mendukung program kesejahteraan anak-anak melalui Yayasan Anak Bali," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.