Vario dan Scoopy Masih Jadi Andalan, Warga Jateng Belum Tergoda Tinggalkan Motor Bensin
M Syofri Kurniawan June 17, 2026 10:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Motor listrik semakin sering terlihat di jalanan Kota Semarang dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. 

Berbagai merek mulai menawarkan kendaraan ramah lingkungan dengan biaya operasional yang diklaim lebih hemat.

Meski demikian, mayoritas masyarakat Jawa Tengah masih bertahan menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Motor Mogok Tak Lagi Bikin Cemas, Prima dan Arie Rasakan Manfaat Astra Honda CARE

Bagi banyak warga, motor bensin dinilai masih lebih praktis karena didukung jaringan bengkel yang luas, suku cadang yang mudah ditemukan, serta pengisian bahan bakar yang tersedia hingga pelosok daerah.

Salah satunya diungkapkan Arif Setiawan (34), warga Banyumanik, Kota Semarang.

Pengguna Honda Vario 160 itu mengaku tertarik dengan perkembangan motor listrik, namun belum memiliki keinginan untuk beralih dalam waktu dekat.

"Saya sebenarnya sering lihat motor listrik di jalan. Menarik juga karena katanya lebih hemat. Tapi untuk sekarang saya masih nyaman pakai Honda Vario karena kalau ada apa-apa bengkel mudah dicari dan bensin juga tersedia di mana-mana," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Arif yang bekerja sebagai karyawan swasta itu mengaku mobilitasnya cukup tinggi.

Dalam sehari, ia bisa menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk bekerja maupun mengantar keluarga.

Menurutnya, motor bensin masih memberikan rasa aman saat digunakan untuk perjalanan jauh tanpa perlu memikirkan daya baterai.

"Kalau bepergian ke luar kota atau mendadak ada keperluan, saya tinggal isi bensin. Itu yang membuat saya masih memilih motor bensin," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Aini (29), warga Pedurungan, Kota Semarang.

Pengguna Honda Scoopy tersebut mengaku pernah mencari informasi tentang motor listrik, namun masih mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum memutuskan beralih.

"Kalau dari segi teknologi memang menarik. Tapi saya masih memikirkan soal tempat pengisian daya dan biaya kalau suatu saat baterainya harus diganti," ujarnya.

Menurut ibu satu anak itu, motor saat ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga penunjang aktivitas keluarga sehari-hari.

"Saya pakai motor untuk antar jemput anak sekolah, belanja, dan aktivitas lainnya. Jadi saya memilih yang sudah benar-benar saya pahami dan terbiasa digunakan," jelasnya. (bud)

Baca juga: Tak Perlu Antre di AHASS, Pemilik Motor Honda Bisa Booking Servis Lewat Motorku X

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.