TRIBUNSUMSEL.COM – Karina Ranau, istri almarhum aktor Epy Kusnandar memperlihatkan tampang pria yang menjadi pelaku kekerasan terhadapnya.
Sebelumnya, Karina Ranau curhat mengaku didorong hingga terpental ke pinggir jalan depan warungnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan pada Senin, (15/6/2026) sekira pukul 11.45 WIB.
Insiden tersebut terekam dari CCTV tidak jauh dari lokasi warungnya, seperti yang dibagikan Karina di unggahan Instagramnya.
Dalam unggahan terbarunya yang dihimpun Tribunsumsel.com pada Rabu (17/6/2026), Karina merilis foto pasfoto resmi pelaku berlatar belakang merah.
Baca juga: Lapor Polisi, Karina Ranau Istri Almarhum Epy Kusnandar Didorong OTK di Warungnya hingga Terpental
Pria berkepala plontos tersebut diduga kuat telah berhasil teridentifikasi oleh pihak kepolisian pasca-kejadian yang sempat viral di jagat maya.
Sebelum pasfoto resminya terekspos, tampang pria tersebut sebenarnya sempat terekam jelas oleh kamera ponsel Karina Ranau sesaat setelah insiden kekerasan terjadi.
Saat itu, pelaku yang mengenakan kaus hitam, celana panjang, serta topi gunung hitam, tampak panik sebelum melarikan diri.
Ia menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi B 4657 SNY untuk melarikan diri setelah melayangkan dorongan brutal kepada Karina.
"Bapak saya laporkan loh bapak ke Polres Jakarta Selatan, saya perempuan pak kenapa saya didorong, tahan, ini pelat motornya," ujar Karina berteriak histeris dalam video rekaman.
Peristiwa yang terjadi pada Senin siang pukul 11.45 WIB tersebut dipicu oleh masalah sepele.
Pria itu datang ke warung makan Karina yang posisinya belum dibuka sesuai jam operasionalnya dan memaksa untuk segera dilayani dengan nada yang tidak ramah.
Situasi semakin memanas ketika Karina menyadari bahwa motor pria bertubuh kekar tersebut diparkir di depan area ruko usaha milik tetangganya.
Demi menjaga hubungan baik di lingkungan sekitar, Karina menegurnya dengan sopan agar bersedia memindahkan kendaraannya ke tempat parkir yang semestinya.
"Dia datang langsung buka ini (terpal). Langsung bilang, 'Pesen dong! Ini nila berapa?' gitu. Saya bilang 'Bapak sebentar ya Pak, kita bukanya sebentar lagi.' Tapi dia maunya sekarang juga. Dari awal sudah tidak enaklah," tutur Karina menirukan ucapan pelaku, dilansir dari Grid.id.
Situasi semakin memanas ketika Karina yang sedang menyapu area tersebut menegur pelaku untuk memindahkan motornya agar tidak menghalangi jalan dan mengganggu usaha di sekitarnya.
Masalah kemudian memuncak saat Karina menyadari bahwa motor pria tersebut ternyata diparkir di depan area ruko orang lain.
"Warung saya kan kecil, parkirannya cuma di depan saja. Si bapak ini parkirnya di tempat orang yang punya usaha juga. Saya panggil, 'Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak (dengan tetangga)'," cerita Karina.
Baca juga: Duduk Perkara Karina Ranau Laporkan Netizen ke Polisi, Tak Terima Dihina Saat Rayakan Ultah Anak
Alih-alih bersikap tenang, pria tersebut justru tersulut emosi dan melontarkan kata-kata yang tidak pantas.
"Tiba-tiba dia yang langsung naik emosi dengan kata yang kurang pantas, dengan ucapan yang kurang pantas dikeluarkan dari mulutnya sambil nyamperin saya," ungkap Karina.
Bukannya menuruti imbauan tersebut, pria itu justru tersulut emosi dan menjawabnya dengan nada tinggi yang menantang.
"Dia bilang 'Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!' sambil nyamperin saya," lanjut Karina.
Melihat pria bertubuh kekar itu menghampirinya dengan penuh amarah, Karina mengaku sempat pasrah dan ketakutan setengah mati.
"Pada saat dia kencang (membentak), saya kan megang ini (sapu). Saya lepas pengki sama sapunya karena terkejut. Saya sudah berpikir, 'Wah ini saya dipukul nih dalam hati. Bonyok nih muka saya'," imbuh Karina.
Ketakutan Karina nyaris menjadi kenyataan.
Namun, alih-alih melayangkan pukulan, pria tak dikenal tersebut justru mendorong bahu Karina dengan sangat keras.
"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong nih posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana," kata Karina sambil memperagakan posisi jatuhnya.
Akibat dorongan brutal tersebut, tubuh Karina terpental hingga ke area pinggir jalan raya.
Ia menyebut beruntung saat itu tidak ada kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Meski demikian, akibat benturan keras dengan aspal, Karina mengalami luka di bagian kaki dan mengalami syok berat.
"Saya juga syok sampai keliyengan. Enggak tahu yang kebentur apa. Kaki kemarin tuh kebentur," ujarnya.
Tidak terima dengan perlakuan kasar yang diterimanya saat sedang mencari rezeki, Karina Ranau memutuskan untuk memviralkan bukti rekaman wajah pelaku dan membawa kasus dugaan penganiayaan ini ke jalur hukum.
"Saya rasa saya berhak memposting itu. Saya butuh keadilan juga, saya digituin gitu," tegasnya.
Ia juga membagikan foto wajah pelaku yang kini diduga sudah teridentifikasi oleh pihak kepolisian, lengkap dengan latar belakang merah khas pasfoto identitas resmi.
Meskipun pihak keluarga pelaku dikabarkan sudah sempat datang untuk meminta maaf, Karina menegaskan bahwa dirinya menutup pintu damai untuk saat ini dan ingin proses hukum tetap berjalan demi memberikan efek jera.
Ia merasa tindakan laki-laki yang melakukan kekerasan fisik terhadap perempuan adalah hal yang sama sekali tidak bisa ditoleransi.
"Untuk damai rasanya terlalu cepat. Mereka bisa enggak menggantikan rasa sakitnya kedua orang tua saya melihat anaknya digituin sama orang? Saya butuh keadilan, biarkan ini jadi pelajaran," tegas Karina.
Di sisi lain, Karina juga menepis keras tuduhan miring dari netizen yang menyebut insiden ini hanyalah marketing atau settingan belaka.
Menurutnya, kejadian ini murni musibah nyata yang dialaminya saat sedang banting tulang mencari nafkah secara halal.
Melalui akun Instagram resminya, Karina menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas respons cepat pihak kepolisian dalam menangani laporannya.
"Terimakasih Pak sudah bergerak cepat. Seadil-adilnya ya Pak, agar berkurang manusia-manusia yang seperti itu," tulis Karina dalam unggahan terbarunya di Instagram.
Saat ini, pihak kepolisian dilaporkan tengah memproses kasus tersebut guna meminta pertanggungjawaban dari pelaku demi memberikan efek jera terhadap tindakan kekerasan, khususnya kepada perempuan.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com