Terungkap! Adu Mulut Dua Kubu Keraton Solo Jelang Kirab Malam 1 Suro Dipicu Persoalan Gending
Vincentius Jyestha Candraditya June 17, 2026 12:28 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Insiden adu mulut sempat mewarnai persiapan Kirab Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026).

Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat mengungkapkan ketegangan antara dua kubu keraton tersebut dipicu persoalan gending yang dibunyikan saat prosesi keluarnya raja atau miyos.

MEMANAS. Sejumlah kerabat hingga abdi dalem memenuhi Sasana Sewaka menjelang Kirab Suro, Selasa (16/6/2026). Sebelum pelaksanaan kirab, sempat terjadi adu mulut antara kedua kubu.
MEMANAS. Sejumlah kerabat hingga abdi dalem memenuhi Sasana Sewaka menjelang Kirab Suro, Selasa (16/6/2026). Sebelum pelaksanaan kirab, sempat terjadi adu mulut antara kedua kubu. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Ketua Eksekutif LDA Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan insiden bermula ketika pihak Pakubuwono XIV Purboyo hendak keluar menuju Parasdya dan meminta agar gending khusus untuk prosesi raja dibunyikan.

Permintaan tersebut kemudian memunculkan ketegangan karena pada saat yang sama Pakubuwono XIV Hangabehi juga memiliki agenda menuju Parasdya.

Baca juga: Laris Manis! Kain Samir Jadi Barang Paling Dicari di Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo, Pedagang Cuan

“Mereka mau keluar minta dibunyikan juga gending. Saya mikir bagaimana jalan tengahnya biar sama-sama terhormat,” terang KPH Eddy.

Hangabehi Pilih Mengalah

Untuk menghindari konflik yang lebih besar, pihak keraton kemudian berupaya mencari solusi yang bisa diterima kedua belah pihak. 

Setelah sempat terjadi adu mulut, Pakubuwono XIV Hangabehi memilih mengalah dan kembali ke tempat semula di Paningratan sebelah timur.

“Gending dibunyikan Sinuhun ke sana. Sinuhun ke sana miyos,” jelasnya.

Baca juga: Malam 1 Suro di Keraton Solo, Hangabehi Kirabkan 15 Pusaka, Purboyo Batal Keluarkan Pusaka

KPH Eddy berharap keputusan tersebut tidak menimbulkan kekecewaan dari salah satu pihak karena gending yang dibunyikan memiliki makna khusus dalam tradisi Keraton Kasunanan Surakarta.

“Mudah-mudahan tidak mencederai salah satunya. Itu memang gending khusus kalau raja miyos. Kita cari jalan tengah terbaik. Mudah-mudahan tidak membuat kecewa salah satunya,” terangnya.

Kirab Berjalan Masing-masing

Meski sempat terjadi ketegangan, KPH Eddy memastikan seluruh rangkaian Kirab Malam 1 Suro tetap berjalan lancar.

Kedua kubu keraton juga dapat melaksanakan agenda masing-masing tanpa hambatan berarti.

Baca juga: Alasan Janur Kirab Malam 1 Suro di Keraton Solo Jadi Rebutan : Diyakini Bawa Rezeki dan Tolak Bala

“Alhamdulillah berjalan dengan baik. Saya pesankan kita senantiasa berdoa untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Suasana yang bagus ini mudah-mudahan kita pertahankan,” tuturnya.

Sementara itu, Pengageng Paran Parakarsa PB XIV Purboyo, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat, mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai insiden adu mulut yang terjadi menjelang kirab.

“Saya kurang tahu,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.