TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Di tengah gegap gempita penyambutan 229 jamaah haji asal Kabupaten Mamuju Tengah, ada pemandangan unik yang menyita perhatian.
Bukan sekadar buah tangan berupa kurma atau air zamzam, sejumlah jamaah justru membawa oleh-oleh khas yang menggemaskan, yakni boneka unta.
Pemandangan ini terlihat jelas saat rombongan tiba di halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Polres, Dishub, dan Satpol PP Amankan Jalur Kedatangan 229 Jamaah Haji Mamuju Tengah
Baca juga: BREAKING NEWS: Rombongan Jamaah Haji Mamuju Tengah Tiba di Tobadak, Disambut Ratusan Keluarga
Beberapa jamaah terlihat menggandeng atau menggendong boneka unta dengan ukuran bervariasi, mulai dari yang mini hingga berukuran besar sebagai buah tangan untuk keluarga di kampung halaman.
Dua di antara jamaah yang mencuri perhatian adalah Rizal dan Hasrat.
Keduanya tampak bersemangat menunjukkan boneka unta yang mereka bawa pulang dari Tanah Suci.
Bahkan Rizal terlihat mengalungkan sejumlah boneka unta di lehernya.
"Ini oleh-oleh khusus untuk anak-anak saya di rumah. Saya beli di Tanah Suci, harganya cukup terjangkau dan lucu sekali," ujar Rizal dengan senyum lebar sambil memperlihatkan boneka unta berwarna cokelat dan merah muda yang digendongnya.
Hal serupa disampaikan Hasrat.
Ia mengaku sengaja memilih boneka unta sebagai oleh-oleh utama karena selain khas, juga memiliki makna tersendiri.
"Unta adalah hewan yang sangat identik dengan perjalanan haji dan Rasulullah. Selain itu, anak-anak saya pasti senang karena bentuknya lucu dan berbeda dari mainan biasanya," tutur Hasrat saat ditemui di tengah kerumunan keluarga yang menyambutnya.
Boneka unta memang menjadi salah satu cendera mata favorit para jamaah haji asal Indonesia.
Selain mudah ditemukan di pasar-pasar di Mekkah dan Madinah, harganya yang bervariasi membuat oleh-oleh ini terjangkau bagi berbagai kalangan.
Mulai dari ukuran gantungan kunci hingga boneka berukuran besar, semuanya tersedia dengan warna dan desain yang beragam.
Tradisi membawa boneka unta bagi jamaah haji Mamuju Tengah ini menambah warna tersendiri dalam prosesi kepulangan.
Di samping busana kerlap-kerlip khas Bugis-Makassar yang dikenakan para jamaah perempuan, kehadiran boneka unta di tangan beberapa jamaah membuat suasana semakin ceria dan hangat.
Tak heran, begitu pintu bus dibuka, anak-anak kecil yang ikut menyambut langsung menatap penuh rasa ingin tahu ke arah boneka unta yang dibawa para jamaah.
Beberapa di antaranya bahkan berlari menghampiri orang tua mereka untuk segera mendapatkan buah tangan tersebut.
Pemandangan haru dan lucu ini semakin mewarnai momen kepulangan yang sudah dinantikan sejak keberangkatan ke Tanah Suci lebih dari 40 hari lalu.
Meski boneka unta menjadi primadona oleh-oleh unik, para jamaah tetap membawa oleh-oleh khas lainnya seperti kurma berbagai jenis dan air zamzam dalam kemasan.
Namun, tidak ada yang menyangkal bahwa boneka unta menjadi cendera mata yang paling mencuri perhatian.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Mamuju Tengah, H. Ramli Usman, menyampaikan bahwa seluruh jamaah tiba dengan selamat.
Sementara itu, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky Kristanto Abadi, turut hadir dalam penyambutan resmi di Aula A Kantor Bupati dan menerjunkan personel untuk mengamankan iring-iringan jamaah.
Salah satu jamaah, Baso, juga turut bersyukur atas kepulangan ini.
"Alhamdulillah, semua selamat. Pulang membawa oleh-oleh dan cerita yang tak terlupakan untuk keluarga di rumah," ujarnya.
Dengan beragam oleh-oleh yang dibawa, termasuk boneka unta yang menggemaskan, para jamaah haji Mamuju Tengah tidak hanya membawa pulang pengalaman ibadah, tetapi juga kebahagiaan untuk orang-orang tercinta di kampung halaman. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah