Temukan Sarang dan Bekas Cakaran Beruang Madu di Sungai Paring, Personel BKSDA Perangkap Dipasang
Sri Mariati June 17, 2026 03:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Resort Sampit menemukan sejumlah tanda keberadaan beruang madu di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur (Kotim), setelah menerima laporan kemunculan satwa liar tersebut di sekitar permukiman warga. 

Menindaklanjuti laporan itu, personel BKSDA melakukan pengecekan lapangan dan memasang perangkap, Selasa (16/6/2026) di lokasi yang dilaporkan warga sebagai area kemunculan beruang. 

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah mengatakan, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan pelapor sebelum melakukan observasi di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas beruang madu. 

"Dari informasi masyarakat, beruang yang terlihat berjumlah satu ekor dengan ukuran sedang. Kemunculan terakhir dilaporkan terjadi saat subuh di belakang rumah warga, tepatnya di pohon rambutan," kata Muriansyah, Rabu (17/6/2026). 

Saat melakukan pengecekan, petugas menemukan sejumlah bukti yang menguatkan keberadaan satwa dilindungi tersebut di sekitar kebun warga. 

"Hasil observasi di lapangan menemukan dua sarang beruang pada dua pohon rambutan yang berbeda dan lokasinya tidak jauh dari titik kemunculan terakhir," ujarnya. 

Selain sarang, petugas juga menemukan bekas cakaran pada beberapa pohon rambutan dan durian. Di sekitar lokasi turut ditemukan sisa buah durian yang diduga dimakan oleh beruang. 

Menurut Muriansyah, temuan tersebut menunjukkan bahwa beruang masih beraktivitas di kawasan tersebut, kemungkinan karena sedang mencari sumber makanan yang melimpah selama musim buah. 

"Kami juga menemukan bekas cakaran pada pohon buah serta sisa buah durian yang dimakan. Ini menjadi indikasi bahwa beruang masih beraktivitas di sekitar lokasi," jelasnya. 

Untuk mengantisipasi satwa kembali mendekati permukiman, BKSDA memasang perangkap di sekitar area kemunculan.  

Baca juga: 4 Kemunculan Satwa Liar dalam 10 Hari di Kotim, Orangutan dan Beruang Madu Masuk Kebun Warga

Baca juga: Beruang Liar Panjat Pohon dan Santap Rambutan di Permukiman Warga Sungai Paring Cempaga Kotim

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan sekaligus pemantauan terhadap pergerakan beruang. 

Di sisi lain, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku beruang madu dan langkah yang harus dilakukan jika kembali berhadapan dengan satwa tersebut. 

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari. Jangan mencoba mendekati atau mengusir beruang secara langsung, dan segera laporkan kepada petugas apabila satwa itu kembali muncul," tegas Muriansyah. 

Sejauh ini belum ada laporan korban maupun kerusakan yang ditimbulkan.  

Meski demikian, BKSDA terus melakukan pemantauan guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut. 

"Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus berhati-hati. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan," pungkasnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.