TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Seorang konten kreator menyebut tugu bambu runcing di Alun-alun Besuki Situbondo mirip kue putu. Bupati Situbondo Mas Rio memberi sindiran.
Mulanya, konten kreator Gilang Herlambang melalui akun Instagramnya, @gilang.her, membagikan unggahan review terkait Alun-alun Besuki Situbondo pada Senin (15/6/2026).
Seperti yang diketahui, konten kreator tersebut beberapa kali membuat unggahan terkait alun-alun di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Dalam kontennya di Alun-alun Besuki, tampak Gilang memantau sejumlah fasilitas.
Baca juga: Tak Diambil Pemiliknya, 20 Motor Hasil Operasi Balap Liar di Situbondo Akan Dilelang Kejaksaan
Baca juga: Momentum Mas Rio Bertemu Sherly Tjoanda, Bupati Situbondo Saran Nama Ajudan Gubernur Malut Ganti MU
Di awal-awal, terlihat konten kreator itu menyebut tugu bambu runcing mirip kue putu.
"Ada tugu bambu besar itu. Itu kalo dibuat kue putu, bukan kue putu jadinya. Kue mbah itu." kata Gilang.
Kemudian, dirinya tampak memberi review pada fasilitas ruang terbuka hingga lapangan basket.
Konten tersebut lantas direspons oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Pria yang akrab dipanggil Mas Rio itu tampak membuat konten bernada sindiran di akun Instagramnya, @masrio.bupatiku.
Dalam unggahan tersebut, Bupati Rio Prayogo menyoroti pernyataan sang konten kreator yang menyebut tugu bambu runcing di Alun-alun Besuki Situbondo sebagai kue putu.
Menurut Bupati Situbondo tersebut, hal ini dianggap merendahkan perjuangan masyarakat Besuki saat melawan penjajah dengan Bambu Runcing.
"Bolehlah kita meroasting, tapi jangan ke lambang atau simbol satu daerah," kata Rio, dalam postingan instagram pribadinya Rabu (17/6/2026).
Lebih lanjut, Rio menyebut tugu bambu yang berdiri di kawasan Alun-Alun Besuki memiliki filosofi perjuangan masyarakat Besuki.
"Tugu ini dibuat bukan sembarangan. Dasarnya adalah perjuangan masyarakat Besuki. Kok dibilang kue putu," jelasnya.
Bupati Situbondo itu mengingatkan agar membuat konten tanpa harus merendahkan, dalam hal ini simbol dari daerah.
Mas Rio juga menyebut masih banyak bagian kawasan yang telah mengalami pembenahan dan pembangunan, termasuk pendopo serta berbagai fasilitas publik lainnya.
"Kenapa enggak pendopo yang sudah super bagus itu direview," katanya.
(TribunJatimTimur.com)