BANJARMASINPOST.CO.ID - Ruben Onsu tak akan buka keran uang, minta Sarwendah hormati perjanjian akta nomor 39.
Kisruh antara Presenter Ruben Onsu dan Sarwendah belum kunjung mereda.
Meski konflik mereka sudah jadi konsumsi publik dan persoalan makin meluas, Ruben dan Sarwendah belum mencapai kesepahaman terkait realisasi pembagian waktu bertemu anak.
Merasa haknya untuk bertemu anak tak dipenuhi, Ruben lantas mengambil tindakan untuk menunda pembayaran nafkah anak lewat Sarwendah sejak awal 2026.
Bukan jumlah kecil, nafkah bulanan yang biasa dikirimkan Ruben tiap bulan diketahui mencapai ratusan juta rupiah.
Terkait hal itu, Ruben lewat kuasa hukumnya, Minola Sebayang memastikan, nafkah belum akan diberikan jika hak-hak kliennya dipenuhi.
Minola lantas mengingatkan Sarwendah tentang kesepakatan dalam akta Nomor 39 yang sudah diteken dan disepakati sebelumnya. Dimana Ruben diberi waktu setidaknya 2 sampai 3 hari dalam seminggu untuk bertemu dengan anak-anaknya.
"Sebelum anak-anak ini diberikan waktu untuk berkumpul dengan Ruben 2 sampai 3 hari, Ruben juga akan menunda terus apa yang menjadi kewajibannya," kata Minola Sebayang kepada awak media, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (17/6/2026).
"Meskipun banyak orang mengatakan tidak boleh menunda, ini kita bicara masalah kesepakatan," lanjutnya.
Pihak Ruben Onsu menduga ada kekhawatiran besar dari pihak Sarwendah jika anak-anak mereka berinteraksi secara bebas dengan sang ayah.
Anggapan itu muncul setelah berkaca dari pengakuan Betrand Peto alias Onyo yang blak-blakan bercerita kepada Ruben tentang situasi selama Ia tinggal di rumah Sarwendah.
"Mungkin ada beberapa hal yang dikhawatirkan. Salah satunya ya cuma itu, ketika Onyo bertemu dengan ayahnya, Onyo menceritakan apa yang dialaminya ketika dia masih tinggal di rumah S (Sarwendah) ketika tengah terjadi perceraian," jelas Minola.
Padahal, menurut Minola, kunci untuk meredam kisruh ini sangatlah mudah.
Cukup berikan kebebasan kepada anak-anak untuk bersua dan menginap bersama ayahnya tanpa perlu ada intervensi atau doktrin negatif.
"Makanya kita kan heran, kenapa persoalan yang sesimpel itu kok jadi rumit, gitu loh," tuturnya.
Dari sederet poin biaya yang dilimpahkan Sarwendah kepada Ruben Onsu, beberapa diantaranya ramai menjadi sorotan netizen.
Selain biaya pokok pendidikan, ada satu poin yang membuat publik heran yakni biaya les balet yang mencapai Rp22 juta sebulan.
Tak tinggal diam, sejumlah netizen mulai menelisik klaim biaya les balet tersebut.
Dalam sebuah postingan di akun TikTok @mbokbakull, warganet mengklaim memperoleh informasi dari orang tua peserta les balet di tempat yang sama dengan putri Sarwendah.
Bukan belasan atau puluhan juta, mereka mendapati biaya kegiatan tersebut berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan untuk satu anak.
"Yang lagi ramai uang balet Rp 22 juta, tetapi dikonfirmasi sama emak temennya anaknya yang satu les biayanya Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Nah lho," tulis akun tersebut dalam keterangannya, dikutip via Tribunnews.com, Selasa (16/6/2026).
Menyoroti pengakuan warganet itu, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang bereaksi.
Sebagai kuasa hukum, pihaknya merasa sang klien sudah amat rutin dalam memberikan uang nafkah anak tiap bulannya.
Pun seperti yang tertulis dalam rincian yang disampaikan Sarwendah, Ruben tidak hanya dibebani uang nafkah anak saja namun diminta membayar sebagian keperluan rumah tangga mantan istrinya.
"Saya tidak tahu uang itu untuk apa. Artinya tidak hanya untuk kebutuhan anak saja kalau dari rincian yang disampaikan oleh S (Sarwendah)," tutur Minola, dikutip dari YouTube Cumicumi, Selasa (15/6/2026).
Pun soal adanya dugaan biaya les balet anak hanya Rp1 jutaan dan tidak sesuai seperti yang dirincikan Sarwendah, Minola ikut mempertanyakan selisih uang sisa dipakai untuk apa.
"Kalau kemudian (dugaan) uang les balet cuma Rp1 juta sampai Rp1,5 juta tapi tiap bulan diminta Rp22 juta," tuturnya.
Pihaknya lantas menyoroti soal dugaan ketidakjujuran dari kekasih Giorgio Antonio itu.
"Kemudian selisihnya dibelikan hal-hal yang lain, kan kita nggak tahu. Tapi yang pasti ada ketidakjujuran di sini," lanjutnya.
Sementara disinggung Minola, seharusnya Ruben sebagai ayah hanya bertanggung jawab atas kebutuhan anak saja, tidak sampai membayar semua keperluan rumah tangga.
Seperti halnya membayar gaji asisten rumah tangga, uang laundry hingga membiayai keperluan hewan peliharaan di rumah itu.
"Padahal kalau dilihat dari akta 39-nya (surat perjanjian pasca-cerai) Ruben bertanggungjawab atas biaya anaknya bukan (seluruh) biaya rumah tangga," tuturnya.
Untuk itu, Minola meminta perlu adanya diskusi ulang dalam membahas soal keperluan anak.
Harusnya kebutuhan anak didiskusikan bersama antara Sarwendah dan Ruben.
Meskipun hak asuh atas dua putrinya berada ditangan sang ibu, namun tidak serta-merta Sarwendah yang paling berhak mengatur setiap kebutuhan anak.
"Tapi sebelumnya memang harus ada diskusi, nggak bisa S ini memutuskan sendiri. Anaknya mau dileskan ini, leskan itu. Harus mereka berdua yang memutuskan. Ruben sebagai ayah harus memberikan masukan."
"Tinggalnya memang bersama ibunya, tapi bukan berarti masa depan anak ini hanya S aja yang menentukan. Seolah itu hanya anaknya S aja," lanjutnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)