Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan menindaklanjuti bencana gelombang pasang yang melanda Desa Aruan, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Sabtu (13/6/2026) kemarin.
Kepala BPBD SBT, M Bahrum Weulartafela, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak untuk mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan masyarakat pascabencana.
"BPBD selesai meninjau lokasi kejadian akan membuat laporan kejadian bencana untuk dapat ditindaklanjuti," ujarnya.
Baca juga: Temui Massa Reformasi Jilid II, Gubernur Maluku Respons Langsung Tuntutan Mahasiswa
Baca juga: Argentina Dinilai Makin Matang, Ahmad Voth: Lawan Prancis Hingga Jerman Bukan Masalah
Menurutnya, gelombang pasang yang menghantam pesisir desa setempat menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan.
"Kondisi di Desa Aruan, terjadi gelombang pasang yang mengakibatkan dua rumah mengalami kerusakan," katanya.
Saat berada di lokasi, BPBD juga melakukan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Sudah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan melakukan warning kepada masyarakat yang mengalami kejadian bencana untuk waspada terhadap kondisi alam pada saat ini," tuturnya.
Dalam pertemuan dengan BPBD, warga Desa Aruan meminta Pemerintah Kabupaten SBT membangun talud penahan ombak di sepanjang pesisir yang rawan diterjang gelombang.
Usulan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar apabila gelombang pasang kembali terjadi.
"Masyarakat meminta untuk penanganan talud penahan ombak untuk meminimalisir kejadian bencana sewaktu-waktu terjadi lagi," katanya.
BPBD SBT selanjutnya akan menyusun laporan hasil peninjauan sebagai dasar tindak lanjut penanganan bencana dan upaya mitigasi di wilayah tersebut.(*)