Bursa Transfer Super League 2026/2027: Hanif Sjahbandi Tinggalkan Persija, Sananta Gabung Persebaya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa transfer menjelang Super League 2026/2027 terus menghadirkan pergerakan menarik.
Dua kabar besar datang dari Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya yang sama-sama melakukan perubahan dalam komposisi skuadnya.
Persija resmi mengakhiri kerja sama dengan Hanif Sjahbandi melalui skema mutual termination.
Keputusan itu diambil meski kontrak gelandang berusia 29 tahun tersebut sejatinya masih berlaku hingga Juli 2027.
Kepergian Hanif menandai berakhirnya perjalanan empat musim bersama Macan Kemayoran.
Selama membela Persija, pemain kelahiran Bandung itu dikenal sebagai sosok serba bisa yang mampu bermain di beberapa posisi, mulai dari gelandang hingga lini pertahanan.
Pada musim perdananya di Liga 1 2022/2023, Hanif tampil dalam 28 pertandingan dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Performanya meningkat pada musim berikutnya dengan mencatatkan tiga gol dan tiga assist dari 26 penampilan.
Konsistensinya berlanjut pada musim 2024/2025 saat tampil dalam 33 pertandingan dan mencetak dua gol.
Namun, cedera lutut yang dialami pada akhir putaran pertama Super League 2025/2026 membuat kontribusinya berkurang. Ia hanya mampu mencatatkan 11 penampilan dengan tiga assist hingga kompetisi berakhir.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Hanif selama membela tim ibu kota.
"Kami bangga pernah berjalan bersama Hanif, seorang pemain yang selalu menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam setiap perjuangannya. Namun, saat ini kami telah memilih jalan masing-masing. Dengan reputasi positif yang ia miliki, kami percaya Hanif akan terus berkembang dan kembali bersinar di klub barunya," ujar Prapanca.
Sementara itu, Persebaya Surabaya justru menambah amunisi penting untuk menghadapi musim baru dengan mendatangkan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta.
Striker berusia 23 tahun tersebut resmi bergabung setelah mengakhiri petualangannya bersama klub Liga Malaysia, DPMM FC.
Kehadirannya diharapkan mampu menambah ketajaman lini depan Green Force yang tengah membangun skuad kompetitif untuk bersaing di papan atas.
Sananta mengaku bangga bisa bergabung dengan salah satu klub terbesar di Indonesia tersebut.
"Saya sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah salah satu klub tertua dan terbesar di Indonesia. Saya berharap kehadiran saya bisa memberikan kontribusi positif dan membantu tim meraih target yang sudah ditetapkan," kata Sananta.
Pemain kelahiran Daik, Kepulauan Riau, itu mengaku memang ingin kembali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia setelah semusim berkarier di Malaysia.
"Setelah bermain di Malaysia, saya memang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia. Saya melihat banyak perkembangan positif di liga dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini," ujarnya.
Menurut Sananta, salah satu alasan utama memilih Persebaya adalah proyek jangka panjang yang sedang dibangun klub, termasuk keberadaan pelatih Bernardo Tavares yang pernah bekerja sama dengannya sebelumnya.
"Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Selain itu, kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," terang Sananta.
Sananta juga tidak sabar untuk merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dikenal sebagai salah satu kandang paling bergairah di Indonesia.
"GBT merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia. Saya sudah tidak sabar bermain di sana dan merasakan langsung dukungan puluhan ribu Bonek dan Bonita, terutama saat pertandingan-pertandingan besar maupun laga derby," pungkasnya.