TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Polres Bondowoso bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Kali ini distribusi dilakukan di Dusun Sumber Biru, Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Rabu (17/6/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau dan menurunnya ketersediaan sumber air.
Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin selama masa darurat kekeringan.
"Harapannya masyarakat bisa merasakan manfaat langsung disaat krisis air bersih saat musim kekeringan melanda," ujar Aryo.
Baca juga: Ringankan Beban Wali Murid, Bupati Hamid dan Baznas Bondowoso Bagikan 1.000 Seragam Gratis
Program penyaluran air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan di Bondowoso telah berjalan sejak 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyasar desa-desa yang mengalami krisis pasokan air.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, sebelumnya menjelaskan bahwa setiap titik distribusi menerima pasokan sebanyak 10.000 liter air bersih.
Air tersebut diangkut menggunakan dua truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
Baca juga: Perbaiki HP Sambil Dicas, Rumah Warga Bondowoso Terbakar
BPBD Bondowoso memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama status siaga darurat kekeringan masih berlaku. Penyaluran bantuan ditargetkan menjangkau 20 dusun yang tersebar di 13 desa dan sembilan kecamatan.
Wilayah yang masuk dalam prioritas penanganan kekeringan meliputi Kecamatan Maesan, Klabang, Prajekan, Wringin, Tegalampel, Botolinggo, Tamankrocok, Curahdami, dan Tlogosari.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Kabupaten Bondowoso Tahun 2026 yang menjadi dasar pelaksanaan penanganan dampak kekeringan di berbagai wilayah terdampak.