Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 17 Juni 2026 Naik Tipis, Berikut Rinciannya
Sri Widya Rahma June 17, 2026 09:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Harga komoditas kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan mengalami kenaikan.

Harga yang sebelumnya berada pada kisaran Rp56.000 per kilogram (Kg), kini naik menjadi Rp58.000 per kg.

Artinya, terdapat kenaikan harga kakao kering sebesar Rp2.000 per kg.

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 15 Juni 2025 Naik Tipis, Menjadi Rp56.000/Kg

Harga Kakao Kering Meningkat Bertahap

Salah seorang tauke (pengepul) kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Sabri kepada wartawan TribunGayo.com, Asnawi Luwi pada Rabu (17/6/2026), membenarkan kenaikan harga kakao tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini di pasaran ada pergerakan kenaikan harga kakao kering ditingkat petani dari Rp56.000 per kilogram menjadi Rp58.000 per kilogram. Ada kenaikan harga Rp2.000 per kilogramnya," ujarnya.

Menurut Sabri, kenaikan harga kakao sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, dengan peningkatan bertahap antara Rp1.000 per kg hingga Rp2.000 per kg.

Ia berharap tren kenaikan harga tersebut dapat terus berlanjut.

"Kenaikan harga kakao sejak beberapa hari ini, mulai dari Rp1.000 per kilogram hingga naik menjadi Rp2.000 per kilogram. Semoga harga kakao di pasaran terus naik," harap Sabri.

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Stabil Diangka Rp 55.000/Kg

Harapan Petani Kakao di Aceh Tenggara

Sementara itu, sejumlah petani kakao di Kecamatan Lawe Sigala-gala mengaku bersyukur atas kenaikan harga yang terjadi dalam tiga hari terakhir.

Salah seorang petani kakao di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Iramaya mengatakan saat ini harga kakao kering di tingkat petani telah mencapai Rp58.000 per kg.

"Semoga harga kakao di pasaran Medan terus naik agar kakao kering ditingkat petani di Aceh Tenggara dapat tembus di level Rp100.000 per kilogram," katanya.

Hal senada disampaikan M Asbi, petani kakao dari Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam.

Menurutnya, harga kakao saat ini masih belum stabil karena sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga di pasar Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Untuk diketahui, jarak Kota Kutacane, Aceh Tenggara ke Medan, Sumut, sekitar 211 kilometer (Km) atau sekitar 6 jam perjalanan.

"Harga kakao di pasaran saat ini tak stabil. Kemungkinan, saat ini naik dan tidak tertutup kemungkinan bakal turun juga. Karena, harga kakao kering di tingkat petani mengacu harga pasaran Medan," ungkap M Asbi.

Ia menambahkan bahwa hasil panen kakao sangat diharapkan oleh masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk membeli sembako dan membiayai pendidikan anak-anak.

"Saat ini kebutuhan masyarakat cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan hari-hari seperti pembelian sembako dan ada juga petani yang untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Karena, saat ini akan memasuki tahun ajaran baru dan ada yang kuliah anaknya di Aceh, Sumatera maupun Pulau Jawa. Jadi, petani kakao harapannya ada dari hasil panen kakao," tambah Ibrahim, petani kakao lainnya.

Seperti diketahui, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan masyarakat Aceh Tenggara yang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan petani serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Rincian Harga Kakao Kering

Berikut rincian harga kakao kering di Aceh Tenggara per hari ini, Rabu (17/6/2026):

  • Harga kakao kering sebelumnya: Rp56.000 per kg
  • Harga kakao kering hari ini: Rp58.000 per kg. (*)

Baca juga: Harga Kakao dan Pinang Kering di Aceh Tenggara Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.