Nasib Korban Tabrakan Kapal di Labuan Mas Kotabaru Kalsel, Kejadian Berlangsung Tragis
Edi Nugroho June 17, 2026 11:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Nasib korban tabrakan kapal di Labuan Mas Kotabaru Kalsel, kejadian berlangsung tragis.

 Korban hilang pasca insiden tabrakan kapal di Perairan Labuan Mas, Kecamatan Pulaulaut Selatan, Kabupaten Kotabaru masih belum ditemukan.

ABK atas nama Gilang (23) tersebut masih upaya pencarian Tim SAR Gabungan yang turun ke lokasi untuk melakukan penyisiran.

Diketahui, korban hilang merupakan warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam yang turun melaut dengan tujuh orang lainnya.

Baca juga: Fakta Asli Dugaan Percobaan Pemerkosaan di Pelaihari Tanahlaut Kalsel, Libatkan Anak di Bawah Umur

Baca juga: Tak Berizin dan Tabrak Sempadan, Satpol PP Banjarmasin Bongkar Kios 7 Pintu di Jalan Gatot Subroto

Disampaikan SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, usai menerima laporan kemarin pagi, pihakya langsung menindaklanjuti dengan menurunkan tim rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Kotabaru yang berjumlah lima personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

BERTAHAN - Lima ABK Kapal Nelayan Mega Harapan yang bertahan di atas pecahan kapal usai insiden laka laut di Perairan Labuan Mas, Kecamatan Pulaulaut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Selasa (16/6/2026).
BERTAHAN - Lima ABK Kapal Nelayan Mega Harapan yang bertahan di atas pecahan kapal usai insiden laka laut di Perairan Labuan Mas, Kecamatan Pulaulaut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Selasa (16/6/2026). (Istimewa/Foto Tangkapan layar video Husain)

"Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban," ungkap Putu Sudayana, Rabu (17/62026).

Didtambahkannya, tim juga didukung berbagai peralatan SAR, seperti peralatan water rescue, peralatan selam, perangkat komunikasi, serta sarana pendukung lainnya. 

Adapun kondisi cuaca di lokasi hingga pukul 14.15 tati dilaporkan cerah dan hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti yang menghambat jalannya operasi.

"Kami telah mengerahkan tim rescue beserta peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pencarian secara optimal. Operasi dilakukan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian dan memperhitungkan kemungkinan pergerakan korban di perairan," jelasnya.

Putu Sudayana juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan. 

Tunggu Hasil Identifikasi

Satu kapal yang terlibat pada Insiden kecelakaan laut di Perairan Labuan Mas, Kabaupaten Kotabaru masih belum teridentifikasi.

Dari sejumlah potongan video yang beredar di saat evakuasi, Kapal Pelni diduga terlibat dalam insiden yang memakan satu korban jiwa dan satu nelayan hilang ini.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepala Cabang Pelni Kotabaru -Tanah Bumbu, Anita Lestari, juga belum bisa memastikan apakah penyebab pecahnya kapal nelayan Mega Harapan tertabrak kapal Pelni rute Makassar - Batulicin. 

"Kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak terkait. Karena hasil koordinasi dengan kapal Pelni saat kejadian dalam perjalanan dari Makassar ke Batulicin tidak ada kejadian tersebut," balasnya saat dihubungi.

Pihaknya juga masih menunggu kejelasan identifikasi dan akan mengabarkan update terbaru.

Diketahui, insiden maut menimpa tujuh nelayan asal desa Hilor Muara saat berlayar dari arah Pulau Sambar Gelap Menuju Desa Tanjung Serudung, Selasa (16/6/2026) pagi.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00 wita, saat memasuki Perairan Labuan Mas.

Empat dari lima ABK yang selamat, saat kejadian tengah istirahat tidur. Sedangkan satu orang lainnya memasak di bagian belakang kapal.
Kelima ABK baru sadar saat kapal sudah pecah dua dan berusaha bertahan di atas puing kapal yang mengapung.

Sebab itulah kapal yang terlibat dalam insiden maut ini tidak diketahui korban sekaligus saksi.

Sementara itu, dari laporan yang masuk ke pihak Kepolisian dan tim pencarian, kapal yang diduga terlibat dalam tabrakan itu berwarna biru putih. 

Suasana duka juga mewarnai saat evakuasi kelima korban yang dibawa nelayan lain ke daratan di Desa Labuan Mas.

Masing-masing korban selamat, Bahahrudin, Muhammad Soleh, Amirudin, Alimudin, dan Usman harus membopong jenazah Muhammad Alwi sang juragan kapal yang meninggal. 

Sedangkan ABK lainnya bernama Gilang (23) masih dalam proses pencarian karena hilang saat peristiwa kecelakaan. 

Terjadi di Perairan Labuan Mas 

Insiden kecelakaan kapal laut di Perairan Labuan Mas, Kecamatan Pulaulaut Selatan, Kabupaten Kotabaru berlangsung tragis, Selasa (16/6/2026).

Dari tujuh penumpang yang ada di kapal asal Desa Hilir Muara ini, satu orang dinyatakan meninggal, satu orang hilang, dan lima lainnya selamat. Setelah bertahan berjam-jam di atas pecahan kapal.


Kejadian yang diperkirakan berlangsung sekitar pukul 09.00 wita tersebut menimpa kapal nelayan penggerek ikan, Mega Harapan.

Ada tujuh penumpang dalam kapal yang bergerak dari arah Pulau Sambar Gelap menuju arah Desa Tanjung Serudung ini.

Masing-masing Muhammad Alwi (40), sebagai kapten sekaligus juragan kapal dan enam ABK. Bahrudin (43), Muhammad Sholeh (26), Amirudin (40), Usman (34) dan Gilang (23).

Saat memasuki Perairan Labuan Mas, Kapal Mega Harapann diduga bertabrakan dengan kapal penumpang berwarna biru putih.

Terkait insiden ini, Kasatpolairud Polres Kotabaru, AKP Muhammad Zaini membenarkan adanya laka di Perairan Labuan Mas.

Dikatakannya, saat bertabrakan, semua yang ada di Kapal Mega Harapan tidak ada yg melihat, dikarenakan empat korban yang selamat dalam posisi sedang tidur dan satu orang lainnya tengah memasak di bagian belakang kapal.

"Korban yang selamat sadar setelah kapal yang dinaiki pecah jadi dua dan masih mengapung hendak tenggelam," ujar Zaini.

Setelah berjam-jam mengapung, korban berlima yang bertahan di atas pecahan kapal diselamatkan nelayan lainnya yang melintas sekitar pukul 13.00 wita.

Namun tragisnya, sang Kapten, Muhammad Alwi dinyatakan meninggal dunia, ABK Gilang dinyatakan hilang dan masih dalam upaya pencarian.

Ditambahkan Kapolsek Pulaulaut Selatan, Iptu Ramli Aziz, para korban selamat dievakuasi ke Desa Labuan Mas.
"Yang hilang, masih dalam proses pencarian menggunakan kapal nelayan setempat," sebutnya. 
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.