TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Seorang bocah berusia 9 tahun menjadi korban dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua RW 11 Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Abu Bakar.
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu disebut tidak sedang bermain bersama teman-temannya saat insiden terjadi pada Senin (15/6/2026) malam.
Kakak salah satu korban, Jihan Aprilia, mengatakan adiknya yang berusia 9 tahun justru sedang tertidur di dalam rumah ketika peristiwa tersebut terjadi.
Menurut Jihan, anak-anak yang sebelumnya mendapat teguran karena masih berkumpul hingga larut malam telah masuk ke dalam rumah.
Namun, tak lama kemudian, Abu Bakar diduga mendatangi rumah tersebut dan masuk ke dalam.
"Habis pulang, bocah masuk ke dalam. Masuk ke dalam, ternyata si RW masuk, nendang pintu. Salah satunya ada yang ditonjok, ada yang ditampar," kata Jihan saat ditemui di Kampung Sawah, Semper Timur, Rabu (17/6/2026).
Jihan mengatakan, adiknya yang masih berusia 9 tahun menjadi salah satu korban meski tidak ikut berkumpul di luar rumah.
"Yang paling kecil lagi tidur, ditarik, ditampar, ditindihin," ujarnya.
Ia menuturkan, saat kejadian dirinya berada di dalam kamar dan hendak beristirahat.
Setelah mendengar adik-adiknya menangis dan berlarian ke dalam rumah, Jihan kemudian keluar untuk melihat apa yang terjadi.
"Saya mau tidur. Nah, pas selesai adik saya pada diginiin, adik saya lari ke dalam, bilangin. Ya sudah saya keluar, Pak RW ada di situ sambil ngelihat dia," kata Jihan.
Menurut dia, peristiwa yang dialami adik-adiknya tidak terjadi di luar rumah sebagaimana informasi yang sempat beredar di media sosial.
Jihan menegaskan dugaan pemukulan justru terjadi setelah anak-anak berada di dalam rumah.
"Kejadiannya bukan di luar. Kejadiannya di dalam rumah. Pak RW masuk, nge-dobrak," ujarnya.
Dalam kasus ini, terdapat lima anak yang disebut menjadi korban, yakni A (14), MRA (14), SR (13), H (12), dan AP (9).
Seluruh korban masih berstatus anak di bawah umur.
Jihan mengungkapkan, selain adiknya yang berusia 9 tahun, korban lain juga mengalami luka akibat dugaan penganiayaan tersebut.
Salah satu korban berusia 14 tahun disebut mengalami benjol di kepala hingga muntah-muntah, sementara korban lainnya mengalami lebam setelah diduga dipukul dan ditampar.
"Yang ditampar lebam. Yang ditonjok kepalanya sampai muntah-muntah, ada yang benjol," katanya.
Keluarga korban kemudian membawa anak-anak tersebut menjalani visum dan melaporkan kejadian itu ke polisi.
Saat ini, kata Jihan, kondisi para korban masih mengalami trauma akibat peristiwa yang mereka alami.
"Masih. Pasti keganggu," ucapnya.
Sementara itu, Abu Bakar membantah telah melakukan pemukulan terhadap anak-anak tersebut.
Ia mengaku hanya berupaya membubarkan sekelompok anak yang masih berkumpul hingga larut malam dan meminta mereka pulang ke rumah masing-masing.
"Saya enggak merasa sampai pukul lebih dari itu, itu lagi pula anak kecil, tetangga saya Pak," kata Abu Bakar.
Baca juga: TRANSFER Keluar Kejutan Persija: 3 Pemain Lokal Dilepas, Saksi Sejarah Tahun 2018 Pergi
Baca juga: Warga Kebon Sayur Demo Bakar Ban di Kelurahan Kapuk, Tuntut Kepastian Status Lahan
Baca juga: Viral Pengunjung Kafe Anjing di Pluit Diduga Lakukan Penyimpangan Seksual Terhadap Seekor Anjing