SERAMBINEWS.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon harus diberlakukan secara penuh dan segera, menyusul eskalasi konflik yang meski melambat, masih berlangsung di wilayah selatan negara itu.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat konferensi pers pertemuan G7, Rabu.
Menurut Macron, negara-negara G7 sepakat bahwa penghentian tembakan merupakan kebutuhan mutlak demi mencegah dampak lanjutan terhadap keamanan regional dan perekonomian global.
Ia juga menekankan pentingnya setiap kesepakatan internasional, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah Lebanon.
Dalam kesempatan yang sama, Macron menyatakan G7 secara bulat menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dicapai oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Hizbullah Klaim Pukul Mundur Pasukan Israel di Lebanon Selatan
“Ini adalah perjanjian yang sangat baik karena mengakhiri ketidakstabilan besar yang selama ini berdampak buruk pada perekonomian kita,” ujar Macron kepada wartawan.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa Beirut memimpin langsung proses negosiasi gencatan senjata dengan Israel.
Dalam unggahan di platform X, Aoun menyatakan bahwa arah negosiasi bersifat independen dan keputusan apa pun akan diambil oleh negara Lebanon yang berdaulat.
Aoun juga menyebut Lebanon terbuka terhadap bantuan dari negara mana pun yang mendukung upaya gencatan senjata, termasuk Iran.
“Negosiasi dilakukan oleh negara Lebanon, yang berdaulat dalam mengambil keputusan. Tidak ada pihak yang menggantikan kami, dan setiap penyelesaian akan dilakukan melalui kami, bukan atas biaya kami,” tegasnya.
Di tengah situasi yang masih rapuh, tekanan internasional kian menguat agar gencatan senjata segera terealisasi, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk menghentikan kekerasan dan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang di Lebanon.(*)