TRIBUNNEWS.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menegaskan ambisi besarnya dalam membangun Timnas Indonesia sebagai kekuatan baru di Asia.
Setelah persetujuan proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker disetujui oleh Komisi XIII DPR RI, PSSI kembali membeberkan target jangka panjang yang tidak main-main.
Melalui program penguatan skuad yang berkelanjutan, Timnas Indonesia ditargetkan mampu menembus 50 besar ranking FIFA, masuk 10 besar Asia, serta secara konsisten tampil di putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.
Proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker menjadi bagian dari strategi besar tersebut. Kedua pemain dinilai memiliki kualitas yang dapat menambah daya saing skuad Garuda di level internasional.
Sebagai informasi, Luke Vickery merupakan pemain sayap yang lahir di Hawaii dan berkarier di Australia bersama Macarthur FC, memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek yang lahir di Medan.
Sementara itu, Mitchell Baker yang juga berkiprah di Australia memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek pihak ibunya yang berasal dari Yogyakarta dan Semarang.
Persetujuan dari DPR RI menjadi salah satu tahapan penting sebelum keduanya resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) dan dapat memperkuat Timnas Indonesia di ajang internasional.
Dalam rapat kerja bersama DPR RI, pada Rabu (17/6/2026), Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa program naturalisasi bukan sekadar langkah instan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek tim nasional.
"Keinginan PSSI menaturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker ini bukan hanya untuk jangka pendek saja," ucap Sumardji, dikutip dari BolaSport.com.
"Kami memiliki target jangka panjang."
"Dengan kehadiran para pemain diaspora, kami harapkan dapat mendongkrak ranking Timnas Indonesia hingga 50 besar FIFA dan atau 10 besar Asia, kemudian lolos di setiap putaran final FIFA World Cup dan AFC Asian Cup," ujar Sumardji.
Baca juga: Vietnam Panggil 28 Pemain untuk Piala AFF 2026, 3 Naturalisasi Baru Siap Tantang Timnas Indonesia
Pernyataan tersebut mencerminkan arah pembangunan sepak bola nasional yang tengah dijalankan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Naturalisasi dipandang sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat peningkatan kualitas tim nasional, sekaligus melengkapi proses pembinaan pemain lokal yang terus berjalan.
Sejauh ini, kehadiran sejumlah pemain diaspora telah memberikan dampak signifikan terhadap performa Timnas Indonesia.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, hingga Calvin Verdonk berhasil menambah kualitas dan kedalaman skuad Garuda.
Masuknya Luke Vickery dan Mitchell Baker diharapkan dapat semakin memperkuat lini serang yang menjadi salah satu fokus pengembangan tim dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, dengan hadirnya para pemain diaspora ini, diharapkan dapat menjadi transfer ilmu kepada para pemain-pemain yang ada di Tanah Air.
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker pun menjadi bagian dari puzzle besar yang sedang disusun.
Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Garuda akan terbang lebih tinggi dan mengukir prestasi yang belum pernah dicapai dalam sejarah sepak bola Indonesia.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Wila Wildayanti)