Emak-Emak Turun ke Jalanan Jakarta, Nekat Demo Lawan Tuntutan Mahasiswa, Tak Setuju MBG Dihentikan
jonisetiawan June 18, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Perdebatan mengenai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengemuka di ruang publik. Di saat sebagian kelompok menyuarakan kritik dan menuntut evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut, gelombang dukungan juga muncul dari masyarakat yang menilai MBG memiliki manfaat besar bagi masa depan generasi Indonesia.

Dukungan itu terlihat dalam aksi yang digelar sejumlah emak-emak di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).

Mereka turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi agar program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu tetap dilanjutkan meskipun tengah menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.

Salah satu peserta aksi, Grace Srikandi, mengaku sejak lama mendukung berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Baca juga: Jawaban Kemenkum Terkait Tuduhan Program MBG Menguras Anggaran Pendidikan: Jangan Dipertentangkan

MBG Dinilai Menyiapkan Generasi Masa Depan Indonesia

Grace menilai tujuan utama program MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang memadai sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur ataupun capaian ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya.

“MBG ini produk lokal yang sangat the best untuk anak cucu kita ke depan. Pak Prabowo ini ingin anak Indonesia cerdas, dan Pak Prabowo juga ingin kita berdiri di negara kita dengan kaki kita sendiri,” jelas Grace ditemui di lokasi demo, Rabu.

Ia menambahkan, kemajuan suatu negara tidak cukup hanya ditopang oleh keberhasilan dalam membangun sektor fisik maupun pencapaian swasembada di berbagai bidang. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah bangsa mampu melahirkan generasi penerus yang sehat dan memiliki kecerdasan yang baik.

“Tapi itu dari generasi masa depan, anak-anak yang sehat dan cerdas di Indonesia,” sambung dia.

POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Menu MBG.
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) Menu MBG. Beda dari biasanya, kali ini Program MBG dapat dukungan dari emak-emak yang menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). (Instagram @badangizinasional.ri)

Evaluasi Perlu, Tetapi Program Jangan Dihentikan

Di tengah berbagai kritik yang mengarah pada pelaksanaan MBG, Grace berpendapat bahwa penghentian program bukanlah solusi yang tepat. Ia menilai setiap program berskala besar pasti menghadapi tantangan dan memerlukan proses penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Karena itu, menurutnya, fokus utama seharusnya berada pada perbaikan tata kelola dan evaluasi pelaksanaan program, bukan menghentikan manfaat yang sudah dirasakan masyarakat.

Grace juga menyinggung tuntutan sebagian kelompok mahasiswa yang sebelumnya menyuarakan penolakan terhadap MBG. Menurut dia, yang perlu diperbaiki adalah aspek teknis maupun sistem pelaksanaannya agar program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca juga: Skema Baru Insentif SPPG Kini Berdasarkan Jumlah Perut Siswa, Rp6 Juta/Hari Dinilai Kelewat Mewah

Dorong Pemanfaatan Produk Pangan Lokal

Dalam pandangannya, salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan MBG adalah penggunaan bahan pangan lokal yang berasal dari hasil produksi dalam negeri.

Grace meyakini Indonesia memiliki banyak potensi pangan yang dapat diolah menjadi menu bergizi untuk mendukung program tersebut. Selain meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, langkah itu juga dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

“Kami punya produk unggulan. Produk ini dari tanaman pangan Indonesia, ikan koro, yang bisa dijadikan nugget, sosis, dan lain-lain, tapi bukan ultra-processed food. Jadi kami punya solusi,” tutur Grace.

Minta Dugaan Korupsi di BGN Diusut Tuntas

Selain menyoroti aspek teknis, Grace juga meminta pemerintah untuk serius melakukan pembenahan dari sisi tata kelola. Ia mendorong Presiden Prabowo Subianto mengusut tuntas berbagai dugaan praktik korupsi yang belakangan menyeret nama-nama di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, adanya persoalan dalam pelaksanaan program tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan MBG. Sebaliknya, permasalahan tersebut harus dijadikan momentum untuk melakukan perbaikan agar program dapat berjalan lebih baik ke depan.

“Kan tidak semua program besar ini langsung jadi benar, pasti akan ada proses. Tapi itu bukan disengaja, itu memang proses yang harus kita hadapi dan harus ada perbaikan,” kata dia.

Baca juga: Hina Emak-emak Pendemo MBG, Isi Kantong Nana Kencanawati Dikuliti, Punya Koleksi Mobil Mewah

Dukungan dan Kritik Dinilai Sama-sama Penting

Aksi dukungan dari kelompok emak-emak ini menunjukkan bahwa di tengah berbagai kontroversi dan evaluasi yang sedang berlangsung, Program Makan Bergizi Gratis masih memperoleh dukungan dari sebagian masyarakat.

Bagi para peserta aksi, keberadaan program tersebut dianggap penting sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.

Namun pada saat yang sama, mereka juga menegaskan pentingnya evaluasi, transparansi, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penyimpangan agar tujuan besar program MBG dapat tercapai secara optimal.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.